Sabtu, 04 Februari 2012

Dia Sumber Kekuatan


Sebuah penantian memang terkadang terasa melelahkan. Itu bisa lebih melelahkan ketimbang capai fisik. Apakah kita harus bersedih, bimbang dan ragu? Hidup adalah pilihan, dan kita harus memilih untuk tidak seperti itu. Kita percaya Tuhan tahu keseriusan dan kesungguhan kita, Dia yang menguji hati tentu akan tahu bagaimana ketulusan kita melakukan segala sesuatu, karenanya kita tidak perlu meragukan Tuhan. Ketika badan kita terasa lelah seperti saat ini dan rasanya rindu merasakan empuknya kasur, kita masih bisa merasakan sukacita. Jika mengandalkan kekuatan sendiri mungkin kita sudah menyerah sejak lama, tetapi kekuatan dari Tuhan membuat kita mampu terus bertahan, terus melakukan yang terbaik tanpa kehilangan sukacita dan rasa syukur setitikpun.
Firman Tuhan hari ini semakin meneguhkan batin kita. Dengarlah apa kata Firman Tuhan yang bagi saya terasa seperti sebuah pelukan hangat dari Tuhan disertai pesan bahwa Dia mendengar dan merasakan apa yang saya rasakan. Sebuah petikan Mazmur dari Daud yang ditulis dengan sangat indah, berbunyi: "TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya." (Mazmur 28:7). The Lord is my Strength and my Shield. Bukan diri saya, bukan usaha saya, bukan kepandaian ataupun kemampuan saya, tetapi sumber kekuatan itu datangnya adalah dari Tuhan. Dialah sumber kekuatan dan sumber perlindungan. Dia selalu menolong dan menggirangkan hati kita, dan karena itu dalam kondisi apapun tidak ada satupun alasan bagi saya untuk tidak bersukacita dan memuji Dia dengan penuh ungkapan syukur. Kita percaya Dia akan selalu ada bersama kita, menguatkan, meneguhkan dan membimbing setiap langkah. Dia tidak akan meninggalkan dan mengabaikan. Dia mengasihi dan tidak akan pernah menutup mataNya atau memalingkan mukaNya. Demikian pula kepada anda semua, anak-anakNya yang sama dikasihiNya. Daud melanjutkan: "TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!" (ay 8). Betapa kedua ayat ini menggambarkan dengan jelas siapa Tuhan bagi kita, terlebih dalam keadaan sulit yang tengah dihadapi.
FirmanNya berkata: "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya..ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam..ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;" (Pengkotbah 3:1-4). Ketika kita berada pada situasi yang tidak kondusif, itu saatnya untuk memperhatikan betul kondisi hati kita, sehingga pada saatnya nanti kita bisa menuai hasil yang maksimal seperti yang Dia curahkan kepada kita. Apa yang perlu kita lakukan adalah berhenti memandang kepada masalah dan mengarahkan pandangan kepadaNya, terus berbuat yang terbaik seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, sambil terus disertai rasa syukur. Itu akan membuat api sukacita terus menyala. Itu akan membuat kita mampu merasakan kekuatan dari Tuhan meneguhkan kita. Itu akan membuat kita tetap tenang dan terus bersemangat untuk berbuat sesuatu. "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya.." (2 Petrus 3:9), dan itu saya percaya penuh. Amin

Jumat, 03 Februari 2012

Hidup yang benar dalam Tuhan


1 Tess 4,7-8


Firman Tuhan bergema, yaitu mengeluarkan gaung yang memantul dengan nyaring dan jelas sehingga di mana-mana orang membicarakan iman orang Kristen di Tesalonika. Yang dibicarakan aalah firman Allah dan bukan filsafat ataupun pikiran manusia. Keteguhan iman percaya mereka dan perkara-perkara yang telah Tuhan perbuat dalam kehidupan mereka, itulah yang menjadi pemberitaan bahkan Paulus mengatakan di semua tempat telah tersiar kabar tentang iman mereka. Setiap orang percaya bertanggungjawab untuk bersaksi kepada orang-orang yang belum mengenalNya dengan menunjukkan iman yang teguh tentang Yesus dan hidup yang mengalami jamahan Tuhan(1 Tes 1.8). Sebagai orang Kristen kita harus bersaksi kepada orang-orang di sekeliling kita. Pertama-tama dengan keyakinan kita yang teguh akan korban Yesus di kayu salib yang telah menguduskan hidup kita. Selanjutnya, dengan mengalami sendiri secara pribadi, pengalaman-pengalaman indah bersama Tuhan, misalnya ketika kita disembuhkan, dihibur, dikuatkan dan lain sebagainya. Ke dewasaan iman jemaat yang ada di kota Tesalonika dengan jelas dipuji oleh Paulus" Kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan benar..."(1 Tes 1.9). Kedaan inilah yang membuat Paulus sungguh bangga melihat komunitas dan pertumbuhan iman jemaat Tessonika di dalam ketekunan, hidup menurut firman Allah( 1 Tes 2.13-20).
Saat ini banyak yang perbuatan manusia jauh dari jalan Tuhan dan hidup sepertinya tidak memiliki ikatan dengan mematahkan kuk dan memutuskan tali-tali pengikat (Yer 5.4-5), hidup yang tidak lagi dikuasai Roh Kudus menjadikan manusia lepas kendali. Banyaknya suara dunia ini yang memanggil untuk menurutinya sehingga perbuatan dan hidup kita jauh dari keinginan Tuhan.Tuhan tidak menginginkan seorangpun binasa(2 Petrus 3.9) namun hidup bergaul dengan Allah. Jemaat Tesalonika telah memilih firman Allah yang menjadi dasar kehidupannya memutuskan dan  berkomitmen untuk berjalan bersama-sama dengan kekuatan firman. Dengan tegas Paulus mengatakan dalam suratnya "Siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah(ay 8)", perlu diperhatikan yang dimaksud menolak Allah sama dengan menolak apa yang diajarkan dan menjauhi jalan Tuhan(bnd Ibrani 11.5-6).
Bagaimana dengan hidup anda saat ini? Dunia menawarkan begitu banyak pilihan yang seolah-olah sangat menguntungkan, masuk akal, menyenangkan dan menarik sehingga hati kita tergelitik dan kita mulai mengikuti jalan dunia ini. Arah perjalanan kita sedik demi sedikit mulai bergeser tujuannya. Sebagi murid Kristus, kita telah dipanggil untuk mengiring Kristus, mengikuti jalanNya, tetapi seringkali yang menjadi masalah, kita bukannya mengiring Kristus, mengikuti jalanNya, tetapi berusaha memaksa Dia untuk mengiring dan mengikuti jalan kita. Itu sebabnya kehidupan kekristenan kita di dalam dunia ini tidak ada uniknya, tidak ada kegairahannya, dan tidak ada kuasanya karena arahnya yang salah.
Kita sudah dipanggil untuk tidak lagi menjadi cemar melainkan untuk menjadi kudus dalam tangan Tuhan, dan siapa yang menolak bukanlah menolak keberadaan Paulus namun Tuhan yang menjadikan kita untuk memiliki hidup yang berbuah kesetiaan. Sekalipun semua orang di sekililing kita memutuskan hal yang lain, tetapi bagi kita hanya ada satu pilihan dan keputusan dan komitmen; berjalan mengiringi Tuhan, karena kita tahu akhir dari semuanya adalah indah adanya.Amin

Dasar Iman Yang benar


            Berapakah harga dari suatu kepercayaan? Untuk menjawab ini tidaklah mudah dan gampang. Kepercayaan tidak dapat dibeli dengan uang atau suatu benda sekalipun itu nilainya mahal. Kepercayan itu bukan suatu kejadian atau perilaku sekali jadi, melainkan suatu proses dalam keteguhan dan ketetapan hati(lht Jes 7.9b). Mencari Kerajaan Allah dan kebenaranNya maksudnya adalah kita menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas seluruh aspek kehidupan kita. Kebahagiaan tidak tergantung pada harta benda duniawi yang sifatnya sementara serta tidak sempurna (Luk 12.15), kepuasan nafsu (Why 1.8) atau persahabatan manusia, tetapi hanya dalam persahabatan yang sempurna serta abadi dengan Allah. Namun mengapa manusia cenderung keluar untuk hidup dari dasar iman yang benar ”Yesus”? Ingat hidup tanpa Yesus tidak ada apa-apanya! Oleh karena itu bagaimana kita berjalan dan hidup dalam dasar iman yang benar itu?
1.   Menjadikan Tuhan sebagai gunung batu
Allah gunung batuku dan bagianku tetap Allah selama-lamanya (lht Mzm 73.26) ini menggungah kita supaya selalu menempatkan Allah menjadi gunung batu dan bagian yang tetap dalam sepanjang hidup. Kita harus menyadari bahwa hidup kita bukan semakin gampang, banyak persoalan hidup yang akan menantang kita. Jangan pernah ragukan Allah dalam menjawab keluh kesahmu di dunia ini. Menjadi orang yang bijaksana itu sama dengan mendirikan rumahnya diatas batu(Mat 7.24).
2.   Menerima kerajaanNya di hati kita
Kerajaan Allah tidak dibatasi territorial dan periodesasi, kerajaan mutlak Allah yang memimpin, tidak seorang pun dapat merebut dan menggantikan posisi Allah yang memerintah. Kerajaan Allah bukanlah soal tempat melainkan soal suasana. Kita dipanggil untuk ikut membangun kerajaan Allah menurut rencanaNya. Dalam suasana apapun kita sebagai tubuh Kristus  perlu terus menerus membaca tanda-tanda zaman. Dasar inilah yang akan membentuk diri kita hidup dalam dasar yang kuat dan mampu mengatasi kehidupan yang semakin hari semakin susah dan sulit, jangan biarkan hatimu dikuasi oleh keinginan yang sia-sia yang tidak membangun iman yang benar dan kuat.
3.   Perkaya hidupmu dalam perkara Kristus
Bagaimanakah orang dapat memiliki hikmat Allah? Mengakui dan menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tekun membaca perkataan Kristus, lalu hidup  memberlakukan kehendakNya. Perkataan Kristus sama kuasaNya dengan perkataan Allah, karena Allah yang mengaruniakanNya di dalam Yesus. Yesus mengakui mempunyai segala kuasa di sorga dan di bumi(lht Mat 28.18). Biarlah segala pujian syukur dinaikkan untuk kemuliaan Allah Bapa di dalam pengenalan akan Kristus Yesus. Bagaimanakah kita memperlakukan perkataan Kristus dalam menjawab berbagai masalah yang kita hadapi di tengah-tengah dunia yang serba sulit dan susah ini? Miliki dasar iman yang benar. Selamat melakukannya. Amin

Penyelamatan Tuhan

Perlu dilakukan pembedaan antara produk yang memenuhi standar, yang aman, dan yang dirasakan aman. Pada umumnya, terdapat tiga jenis keadaan keselamatan terhadap suatu produk antara lain yaitu; Keselamatan normatif digunakan untuk menerangkan produk atau desain yang memenuhi standar desain, Keselamatan substantif digunakan untuk menerangkan pentingnya keadaan aman, meskipun mungkin tidak memenuhi standar, Keselamatan aman dan nyaman digunakan untuk menerangkan keadaan aman yang timbul dalam persepsi orang. Sebagai contoh adalah anggapan aman terhadap keberadaan rambu lalu lintas. Namun, rambu-rambu ini dapat menyebabkan kecelakaan karena menyebabkan pengemudi kendaraan gugup.
Menurut kepercayaan Kristen tidak ada orang yang dapat memperoleh keselamatan melalui usaha mereka sendiri, baik itu dengan ritus-ritus, perbuatan baik, persembahan, meditasi atau cara-cara lainnya. Keselamatan hanya bisa diterima karena telah diberikan secara cuma-cuma oleh kematian Yesus di kayu salib. Untuk menerima keselamatan pertama-tama seseorang harus mengakui keberadaannya yang berdosa terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan penerimaan karya penebusan Kristus, yang disebut sebagai "pertobatan". Istilah "pertobatan" memiliki makna lebih dari sekedar menyesali perbuatannya yang salah. Pertobatan harus disertai dengan perubahan mentalitas.
Keselamatan berasal dari anugerah Allah. Perjanjian Lama menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya adalah berdosa, dan menceritakan tentang perjanjian yang diberikan Tuhan kepada umat pilihanNya. Perjanjiannya termasuk Perjanjian kepada Abraham, yaitu bahwa melalui Abraham semua bangsa di bumi akan diberkati. Tuhan menunjukkan karya penyelamatannya di sepanjang sejarah Israel dan juga menjanjikan Mesias yang akan menyelamatkan manusia dari kuasa dan hukuman dosa. Sosok Mesias tersebut dipenuhi oleh Yesus yang akhirnya mengalahkan seluruh karya Iblis, termasuk penderitaan, penyakit, dan kematian. Di dalam Perjanjian Baru dijelaskan bahwa "karena kasih karunia [kita] diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." Efesus 2:8-9. Orang yang diselamatkan diampuni dosanya dan akan menerima hidup yang kekal. Mereka disebut sebagai anak-anak Allah dan menerima Roh Kudus yang memampukan mereka untuk lahir baru. Amin

Rabu, 01 Februari 2012

Hakekat Dosa

 


  1. Apakah sebenarnya dosa?
a.  Sangat perlu kita ketahui supaya kita dapat mengenalnya dalam kehidupanm kita sehari-hari dengan mengenalnya, kita dapat melawan dan menghidarinya.
b. Menurut Kej 4.7 : dosa adalah musuh yang setiap saat mengintip. Selalu menggoda manusia, namun Tuhan mengatakan : “engkau harus berkuasa atasnya”! sehingga Rasul Petrus memperingatkan para murid-muridNya atau pengikut Yesus agar “berjaga-jaga, lawanmu iblis, berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Petrus berkata kemudian : “ Lawanlah dia dengan iman yang teguh “(ay 9). Senjata yang paling ampuh tidak lain daripada iman.
c.  Sifat dosa, selalu bersembunyi, dia sangat licik. Tidak mau menunjukkan . dia selalu berlindung dibelakang perbuatan yang tampaknya baik. Kejahatan biasanya menjelma dalam perbuatan yang sementara dilihat baik. Dia tidak mau menunjukkan hakekatnya yang asli; sebagai contoh : Iblis menggoda Tuhan Yesus dipadang belantara, godaannya tampaknya indah sekali: dibawa ke atas gunung, serta menjanjikan akan memberikan semua harta yang megah pada Yesus asalkan Yesus mau sujud menyembah dia. Nampaknya baik, isinya jahat. Sewaktu Yesus lapar, iblis menawarkan agar batu itu dijadikan roti, nampaknya baik, seolah-olah turut merasakan kelaparan Yesus, tetapi isinya jahat. Iblis membawa Yesus ke kota suci diatas menara Bait Allah. Iblis dengan kelicikannya menggoda Yesus membuat tanda ajaib dengan menerjunkan diriNya justru malaikat-malaikat telah akan segera menangkapnya. Kata-kata itu nampaknya baik, tetapi maksudnya jahat.
Dosa tidak selalu menyatakan diri dalam perbuatan-perbuatan jahat seperti membunuh,mencuri, dsb. Tetapi dengan segala kelihaiannya, dia berusaha agar manusia terperdaya dengan caranya. Kita coba dulu menelusuri gaya dosa itu menurut Alkitab :
Dalam Perjanjian Lama:
Dosa adalah: Ketidakmauan berbicara dengan Allah(Kel 20.20). Israel tidak mau berbicara dengan Tuhan, mereka takut.
Dosa adalah : Kesalahan, mulut manusia mempersalahkan dia menjadi berdosa (Kel 15.5).
Dosa adalah : Pemberontakan terhadap Tuhan ( I Raja 12.9).

Dalam Perjanjian Baru:
Dosa adalah :Pelanggaran akan hukum Allah ( I Yoh 3.4)
Dosa adalah : Anomia atau perbuatan tanpa kasih ( I Yoh 4.8)
Dosa adalah : Kejahatan ( I Yoh 5.17)

Tabiat dosa dengan semua kenyataannya sudah digambarkan dalam kej 3, yakni:membuat manusia membenci Allah dan berakibat membenci sesama manusia. Kebencian itu ditumbuhkan dengan bibit berupa :
    1. Keragu-raguan
    2. Ketidak percayaan
    3. Keinginan
Cobalah membaca buku Kej 3, lalu tulis satu tulisan kecil, dimana abc dicakup dan mencakup pengertian  bibit dosa itu dengan implikasinya dalam dosa-dosa yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari.

2. Perkembangan Dosa dan akibatnya :
Seluruh manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangam Kemuliaan Allah. Roma 3.9-23 bahkan disebut, semua telah terkurung dibawah kekuasaan dosa (Gal 3.22). Sarx atau daging itulah yang telah dikuasai dosa Roma 5,12, lewat daging dosa itu menyebar dimana Adam & Hawa dengan dosanya berakibat juga pada semua orang yang memiliki sarx atau daging itu. Inilah yang disebut “dosa yang bersifat umum”. Dosa ini menjadi bibit bagi dosa-dosa yang diperkembangkan orang-orang sendiri-sendiri, sehingga ada orang-orang yang diperbudak dosa itu. Itulah sebanya maka Rasul Paulus mengatakan bahwa dengan dosa itu menyeret dirinya sendiri ke dalam perbudakan sehingga ia harus menaklukkan dirinya kepada tuntutan-tuntutan dosa ( Roma 6.13 ff ). Dalam perkembangan dan akibat dosa itu dalam aspek kehidupan manusia nampak dalam hal 2 bentuk sesuai dengan ajaran Paulus yaitu :
  1. Dosa itu bergerak dari dalam hati manusia dan menampakkan dirinya dalam perbuatan di luar manusia itu sendiri.
  2. Dosa itu bergerak dari luar dan menyebar ke dalam hati manusia. Dia membenci sesuatu, tetapi tetap dilakukan. “ karena bukanlah apa yang dikehendakinya diperbuat, tetapi apa yang dibenci itulah yang diperbuat (Roma 7.14).
 Seluruh manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangam Kemuliaan Allah. Roma 3.9-23 bahkan disebut, semua telah terkurung dibawah kekuasaan dosa (Gal 3.22). Sarx atau daging itulah yang telah dikuasai dosa Roma 5,12, lewat daging dosa itu menyebar dimana Adam & Hawa dengan dosanya berakibat juga pada semua orang yang memiliki sarx atau daging itu. Inilah yang disebut “dosa yang bersifat umum”. Dosa ini menjadi bibit bagi dosa-dosa yang diperkembangkan orang-orang sendiri-sendiri, sehingga ada orang-orang yang diperbudak dosa itu. Itulah sebanya maka Rasul Paulus mengatakan bahwa dengan dosa itu menyeret dirinya sendiri ke dalam perbudakan sehingga ia harus menaklukkan dirinya kepada tuntutan-tuntutan dosa ( Roma 6.13 ff ). Dalam perkembangan dan akibat dosa itu dalam aspek kehidupan manusia nampak dalam hal 2 bentuk sesuai dengan ajaran Paulus yaitu :
  1. Dosa itu bergerak dari dalam hati manusia dan menampakkan dirinya dalam perbuatan di luar manusia itu sendiri.
  2. Dosa itu bergerak dari luar dan menyebar ke dalam hati manusia. Dia membenci sesuatu, tetapi tetap dilakukan. “ karena bukanlah apa yang dikehendakinya diperbuat, tetapi apa yang dibenci itulah yang diperbuat (Roma 7.14).
3. Apakah ada tingkatan-tingkatan dosa ?
   Dalam Alkitab, seolah-olah ada perbedaan dosa itu. Tetapi bukan menggaris bawahi tingkatan-tingkatannya.
Dalam P.Lama, ada dosa-dosa yang sesaat terjadi dan ada dosa yang disegaja(Mzm 19,13 dan Bil 15.27-31). Dalam P.Baru pun ada nampak seolah-olah diperbedakan, ada dosa cabul, mabuk, fitnah, menipu ( I Kort 6.9-10; Gal 5.21). Ada juga dosa yang tidak disegaja, namun demikian, tidak perlu diperdebatkan secara timbangan dengan mengatakan ada dosa ringan dan dosa berat. Dosa bagaimanapun jenisnya, tetap tidak berkenan pada Tuhan dan tetap menerima murkah Tuhan. Namun, betapapun keadaanya, tetap dapat diampuni Tuhan (Ibrani 4.16). tetapi ada dosa yang tidak dapat diampuni, yaitu dosa yang menghujat Roh Kudus (Mat 12:31; Mark 3.24 dan Luk 12.10), maksudnya : “ dengan sengaja menolak pernyataan Roh Kudus bahkan pernyataan Roh Kudus itu dianggap sebagai karya setan. Dengan demikian, dapat kita simpulkan sebagia berikut,dosa menghujat Roh Kudus yang tidak terampuni, adalah : “ Jika Roh Kudus karena karya peneranganNya telah memberikan keyakinan kepada seseorang, bahwa Yesus Kristus adalah Jurus’lamat yang datang dari Allah, padahal kesaksian itu dengan sengaja ditolak, bahkan justru dipandangnya sebagai datang dari setan, orang itu melakukan dosa yang disebut “dosa menghujat Roh Kudus”.

Selasa, 24 Januari 2012

Mendengar Tuhan

Tiga tokoh yang kita lihat dari nats kita; Eli yang sudah tua, Samuel yang masih Muda dan suara Tuhan yang memanggil Samuel.  Eli yang sudah tua dan rabun, tetap setia dalam membimbing Samuel bagaimana ia mendidiknya supaya mengantikannya kelak. Kepekaan Samuel atas situasi membuatnya semakin memahami apa yang akan ia lakukan kelak sebagai pelayan dalam Bait Allah. Dan suara yang menguatkan penyertaaan Tuhan walaupun ia masih muda ditempatkan pada pelayanan yang akan diembannya di kemudian hari.

Kita hidup di dunia ini diperhadapkan pada berbagai suasana yang kadang kala membingungkan. Banyaknya suara yang menyuarakan kedamaian, cinta kasih dan kemudahan-kemudahan yang tidak jelas arahnya kemana tujuannya. Ada begitu banyak suara-suara yang sering membuat kehidupan manusia itu tidak mampu membedakan mana suara Tuhan dan mana suara dunia ini. Dalam situasi kehidupan sekarang banyak hal-hal yang memperdengarkan sesuatu kepada kita, menggoda kita untuk bertindak. Suaranya sangat manis tanpa kita sadari justru menghasut hasrat dan keinginan kita. Perlu kehati-hatian dalam memaknai suara-suara yang datang dari dunia karena tidak selalu berbuah kebaikan.

Seorang hamba yang baik tidak mementingkan kebutuhan dirinya sendirinya. Ia sadar akan tugasnya dan siap melaksanakan apa yang hendak diperintahkan oleh tuannya. Demikian juga sebaliknya bahwa seorang tuan yang baik juga memperhatikan kenyamanan hambanya. Tidak egois tetapi memperlakukan hambanya sebagai manusia sama seperti dirinya.

Nats (1 Sam 3.1-10) kita kali ini menceritakan bagaimana posisi Samuel yang diganggu oleh suara Tuhan, yang pada awalnya ia tidak mengetahui bahwa itu adalah suara Tuhan. Namun walaupun demikian, ia tetap siap-sedia menjawab akan suara itu, ini boleh kita lihat dari pernyataannya, pada ayat terakhir ”Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar”(ay 10). Pada awalnya kehadiran suara itu tidaklah dimengerti olehnya, ia hanya berfokus pada Eli ”Ya bapa, bukankah bapa memanggil aku?”(ay 5).

Hawa jatuh kedalam dosa karena ia lebih mendengar iblis. Adam ikut terlibat dalam dosa tersebut karena mendengar perkataan Hawa. Mendengarkan manusia tidak selalu mendatangkan kebenaran. Manusia sering memperdengarkan kesesatan, tetapi Tuhan memperdengarkan keselamatan. Mendengarkan manusia menghadirkan keletihan dan rasa palsu, tetapi dengan mendengar Tuhan akan mendatangkan kelegahan. Kemanakah pendengaran kita arahkan?Menghambakan pendengaran terhadap idiologi, paham, budaya yang didengungkan, atau sebaliknya kepada Tuhan. Mendengar kepada Tuhan adalah solusi mengatasi seluruh persoalaan hidup, usaha menata keseimbangan dan tindakan manjaga harmoni. Amin  

Pertobatan Buah KasihNya

Dari nats Markus 1.4-11 kali ini adalah dua topik yang dibahas pada minggu I setelah Epipahanis kali ini, salah satunya ialah; Ajaran dan khotbah Yohanes Pembaptis yang menyatakan untuk melakukan ”Pertobatan” (Mrk 1.4), dan yang kedua; ”kepadaMulah Aku berkenan” (Mrk 1.11). Dari kedua topik ini kita mengawali kehidupan pada tahun 2012 ini dengan memahami bahwa buah dari Kasih Tuhan yang mengantarkan kita untuk menjalani kehidupan yang belum tauh apa yang akan kita hadapi pada tahun 2012. Namun walaupun itu masih dalam tahap untuk menjalani tahun 2012, namun ada yang akan kita lakukan yaitu; melihat kebaikan Tuhan yang kita rasakan pada tahun 2011 dan kekuatan Tuhan menentukkan langkah kita bagi anak-anakNya. Apa saja yang boleh dipertontongkan hidup bertobat dan bagi orang dikasihi Tuhan?
v  Hidup dalam kesalehan
Kadang masalah kesalehan atau ketaatan menjadi ”barang asing” bagi sebagian orang Kristen. Ada berbagai alasan yang diajukan untuk tidak taat, misalnya, ”yang penting kan hatinya.” atau alasan lain, ”Saya tidak mau terjebak sehingga kembali ke PL, hidup di bawah hukum.” Tentu saja ini alasan yang mengada-ada. Bukankah orang yang sungguh-sungguhg percaya dan menerima Yesus di dalam hatinya akan nampak dari hidupnya saleh atau taat? Kesalehan perlu sejalan dengan beriman kepada Yesus. Sebaliknya, kesalehan menjadi sia-sia ketika seseorang tidak mau percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Di samping itu, kesalehan sangat berguna di dalam kaitannya dengan kesaksiaan dan pekabaran Injil. Mari tunjukkan iman kita di dalam kehidupan yang saleh dan taat, bukan sekedar percaya!
v  Rendah hati
Rendah hati itu tidak mudah, sebab di dalam diri manusia ada keinginan untuk dihargai dan menghargai diri sendiri secara berlebihan. Apalagi jika sisi luar mendukung untuk dihargai, misalnya, dia orang yang tampan atau cantik, dia orang yang pandai, dia mempuyai banyak harta, dia mempunyai jabatan. Di samping itu, kesulitan lain untuk bisa rendah hati adalah pikiran yang salah, yaitu kalau nanti merendahkan hati akan dianggap lemah dan semakin direndahkan orang lain. Tuhan menginginkan kita untuk rendah hati, seperti nasihat Petrus, ”Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab; Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati” (1 Petr 5.5)
v  Bebas dari Ikatan
Saat ini kita menyadari betapa banyak dosa yang telah kita lakukan. Namun ketika kita memutuskan untuk menerima Dia, kita akan merasakan sebagai ciptaan yang baru, hidup yang diubahkan. Kebebasan yang sesungguhnya hanya ada di dalam Yesus, sehingga Tuhan dari sorga berseru” Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan”! Selamat bertobat dan berbuah dalam kasihNya. Amin