Minggu, 23 Desember 2012

Hidup dalam kerendahan

Cerita ini terjadi ketika Yesus dan murid-muridnya sampai di Kapernaum (Mrk 9.33), ditengah perjalan diantara murid Yesus terjadi perdebatan hebat siapa yang terbesar diantara mereka (Mrk 9.34). Ketiga Injil Matius, Markus dan Lukas perdebatan ini juga di muncul pada Luk 9.46-48. Pertanyaan ini muncul di sebabkan oleh karna keinginan untuk lebih istimewa dari antara yang lainnya, ingin lebih terkenal, lebih di hargai dan di nomor satukan di hadapanNya. Pada saat itu ada sebuah sekte yang terdapat pada agama Yahudi yang bernama sekte ”Qumran” yang mengatakan; bahwa kedudukan/posisi dalam Kerajaan Sorga/Allah sesuai yang ditentukan oleh seseorang”. Akibat daripada itulah yang membuat murid-muridNya ingin lebih tahu kedudukan diantara mereka siapa yang lebih tinggi di dalam kerajaan Sorga.
Tuhan Yesus memberikan jawaban atas pertanyaan itu dengan ajaran yang lebih praktis dan mudah agar pemahaman itu menjadikan mereka lebih dewasa meyikapi siapa yang lebih posisinya dan supaya diantara mereka saling merendah akan tetapi saling menghormati. Yesus memberikan ajaran bagaimana memiliki sikap, tindakan, perbuatan yang terbaik antara satu dengan yang lainnya inilah dasar untuk menjadi yang lebih baik dipandang dari sudut Kerajaan Sorga, yaitu mereka harus memiliki sikap, tindakan dan perbuatan;
1. Tulus dan rendah hati
Ketulusan/kejujuran adalah dasar utama untuk melakukan apapun yang kita inginkan dalam hidup ini. Ketulusan/kejujuran hati melakukan suatu hal merupakan kata sukses dan berhasil, atau dengan kata lain ketulusan hati adalah awal yang terbaik. Dalam hidup murid-murid Tuhan Yesus sudah semakin keingin yang pertama/utama (penonjolan diri) bnd Fil 2.1-4. Yesus memberikan contoh yang sangat sederhana ibarat seorang anak kecil yang memiliki hati yang jujur dan tulus untuk segala sesuatu yang ada pada dirinya. Jika kita ingin lebih besar inilah yang harus dilakukan, tulus dan rendah hati. Pertobat yang dimaksud oleh Yesus pada nats ini ialah agar mereka seperti anak kecil merendahkan diri, merendahan hati, mengikuti hati dan tindakan apa yang dilihat dan diperbuat oleh orang tuanya. Hanya sikap inilah yang akan memasuki kerajaan Sorga. Tidak ada tinggi hati, hati ambisi atau yang saling merebutan, tidak ada pikiran yang mencari kelebihan dari orang lain(mau berbagi) atau penonjolan diri.
2. Ada ketergantungan pada orang tua
Anak-anak tidak pernah berpikir bahwa ia dapat hidup dengan dirinya sendiri. Ia tulus bergantung pada orang-tua dimana seluruh kebutuhan yang dia inginkan selalu disampaikan kepada orang-tua.sebab ia yakin dan percaya bahwa orangtuanya akan memberikan yang terbaik dalam hidupnya, dan orangtua tahu apakah itu baik dan berguna baginya. Demikian hidup orang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus, tidak bisa menentukan hidup dengan kekuatan dirinya hanya Tuhanlah yang selalu memberikan apa yang terbaik. Ada ungkapan bijak”Rencana Tuhan lebih baik daripada rencana manusia”(bnd Yes 55.8). 
3. Setia dan percaya
Kesetian salah satu upaya kita untuk menyerahkan hidup pada siapapun, tulus hati, rasa ketergantungan membawa manusia membawa ke alam setia dan percaya. Seorang anak kecil lebih percaya pada orang yang dia kenal, yang sering bergaul dengan dirinya, artinya manusia juga demikian halnya semakin dekat kita kepada Tuhan maka ini akan mendasari kita untuk setia dan percaya kepada Tuhan (Mzm 33.18).

Kamis, 13 September 2012

Berakar Dalam Kristus

Sebagai orang yang telah menerima Kristus, kita memiliki akar yang dalam, akar di dalam Kristus. Yesus adalah pokoknya, dan kita adalah carang-carang di dalam Kristus. Yesus memiliki akar di dalam Allah Bapa, karena Bapa adalah si Empunya pohon itu. Rasul Paulus mengingatkan kita agar kita yang telah menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan kita untuk terus berada di dalam Dia, dan dibangun di atas Dia, sehingga kita makin hari makin bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepada kita dan hati kita makin bertambah kaya dengan berbagai ucapan syukur. (Kolose 2:6-7). Dalam Efesus 3:17 Paulus menasehatkan kita agar terus berakar di dalam Kristus agar berlimpah kasih kita: “ sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. “
                Salah satu inti dari surat Kolose tersebut adalah: Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Nast ini diawali dengan; Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita”. Penerimaan akan Kristus diingatkan sebagai awal dari perubahan hidup yang dialami orang percaya. Ayat ini dilanjutkan dengan kalimat: ”Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Kristen sejati bukanlah sekedar terdaftar sebagai warga jemaat, bukan sekedar tertulis di buku gereja, bukan juga asal datang kebaktian lalu pulang tanpa mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Sebab iblis jaman sekarang licik sekali, dia tidak peduli seberapa banyak orang yang datang beribadah setiap minggu ke gereja.
Ada dua proses yang harus dialami oleh setiap orang percaya sebagaimana terdapat dalam ayat 7 yakni BERAKAR DAN DIBANGUN di atas KRISTUS. Proses pertama dan yang paling awal adalah berakar, karena memang akarlah yang menentukan kwalitas pertumbuhan. Selanjutnya kata ”DIBANGUN” di atas Dia, tidak terlepas dari peran fondasi yang memberikan jaminan kekokohan. Fondasi itu adalah Yesus Kristus (I Kort 3.11). Proses berakar ini adalah proses yang terus menerus, jangan pernah lengah dan berdiam diri, iman harus dijaga dengan cara seperti yang dikatakan Petrus; buanglah segala kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian dan fitnah(I Petr 2.1).  Ini jelas-jelas merupakan suatu ancaman dalam kehidupan orang yang percaya, terganggunya pertumbuhan iman kita. 
                Pada Jubileum 150 tahun HKBP ini, sudah saatnya kita memeriksa ulang perjalanan hidup kita sebagai pengikut Yesus Kristus. Apakah kita sudah BERAKAR, BERTUMBUH dalam KRISTUS dimana hidup kita melahirkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran atau apakah masih ada perbutaaan-perbuataan kegelapan yang menyelubungi hidup kita? Nats Khotbah Minggu ini adalah merupakan thema Jubelium HKBP pada usia yang ke 150 Tahun, dimana tahun ini merupakan moment penting untuk membenahi kehidupan dalam kasih dan tuntunan Tuhan dalam setiap jemaatNya. Jemaat yang missioner, memiliki jati diri yang jelas di hadapanNya. Bertumbuh sebagai tubuh yang hidup dalam globalisasi yang menantang  pertumbuhan iman yang berakar dalam diriNya. Ini merupakan bagian dari rencana Tuhan untuk memilih orang Batak menjadi bagian dari pemilihanNya untuk menerima Khabar Baik dan keselamatanNya. Orang-orang yang mengandalkan Tuhan mendengar firman itu, dan menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." (Lukas 8:13-15). Semoga firmanNya semakin Berakar, bertumbuh dalam diri kita semua, sebab kita adalah milikNya. Amin

Sabtu, 04 Februari 2012

Dia Sumber Kekuatan


Sebuah penantian memang terkadang terasa melelahkan. Itu bisa lebih melelahkan ketimbang capai fisik. Apakah kita harus bersedih, bimbang dan ragu? Hidup adalah pilihan, dan kita harus memilih untuk tidak seperti itu. Kita percaya Tuhan tahu keseriusan dan kesungguhan kita, Dia yang menguji hati tentu akan tahu bagaimana ketulusan kita melakukan segala sesuatu, karenanya kita tidak perlu meragukan Tuhan. Ketika badan kita terasa lelah seperti saat ini dan rasanya rindu merasakan empuknya kasur, kita masih bisa merasakan sukacita. Jika mengandalkan kekuatan sendiri mungkin kita sudah menyerah sejak lama, tetapi kekuatan dari Tuhan membuat kita mampu terus bertahan, terus melakukan yang terbaik tanpa kehilangan sukacita dan rasa syukur setitikpun.
Firman Tuhan hari ini semakin meneguhkan batin kita. Dengarlah apa kata Firman Tuhan yang bagi saya terasa seperti sebuah pelukan hangat dari Tuhan disertai pesan bahwa Dia mendengar dan merasakan apa yang saya rasakan. Sebuah petikan Mazmur dari Daud yang ditulis dengan sangat indah, berbunyi: "TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya." (Mazmur 28:7). The Lord is my Strength and my Shield. Bukan diri saya, bukan usaha saya, bukan kepandaian ataupun kemampuan saya, tetapi sumber kekuatan itu datangnya adalah dari Tuhan. Dialah sumber kekuatan dan sumber perlindungan. Dia selalu menolong dan menggirangkan hati kita, dan karena itu dalam kondisi apapun tidak ada satupun alasan bagi saya untuk tidak bersukacita dan memuji Dia dengan penuh ungkapan syukur. Kita percaya Dia akan selalu ada bersama kita, menguatkan, meneguhkan dan membimbing setiap langkah. Dia tidak akan meninggalkan dan mengabaikan. Dia mengasihi dan tidak akan pernah menutup mataNya atau memalingkan mukaNya. Demikian pula kepada anda semua, anak-anakNya yang sama dikasihiNya. Daud melanjutkan: "TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!" (ay 8). Betapa kedua ayat ini menggambarkan dengan jelas siapa Tuhan bagi kita, terlebih dalam keadaan sulit yang tengah dihadapi.
FirmanNya berkata: "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya..ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam..ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;" (Pengkotbah 3:1-4). Ketika kita berada pada situasi yang tidak kondusif, itu saatnya untuk memperhatikan betul kondisi hati kita, sehingga pada saatnya nanti kita bisa menuai hasil yang maksimal seperti yang Dia curahkan kepada kita. Apa yang perlu kita lakukan adalah berhenti memandang kepada masalah dan mengarahkan pandangan kepadaNya, terus berbuat yang terbaik seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, sambil terus disertai rasa syukur. Itu akan membuat api sukacita terus menyala. Itu akan membuat kita mampu merasakan kekuatan dari Tuhan meneguhkan kita. Itu akan membuat kita tetap tenang dan terus bersemangat untuk berbuat sesuatu. "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya.." (2 Petrus 3:9), dan itu saya percaya penuh. Amin

Jumat, 03 Februari 2012

Hidup yang benar dalam Tuhan


1 Tess 4,7-8


Firman Tuhan bergema, yaitu mengeluarkan gaung yang memantul dengan nyaring dan jelas sehingga di mana-mana orang membicarakan iman orang Kristen di Tesalonika. Yang dibicarakan aalah firman Allah dan bukan filsafat ataupun pikiran manusia. Keteguhan iman percaya mereka dan perkara-perkara yang telah Tuhan perbuat dalam kehidupan mereka, itulah yang menjadi pemberitaan bahkan Paulus mengatakan di semua tempat telah tersiar kabar tentang iman mereka. Setiap orang percaya bertanggungjawab untuk bersaksi kepada orang-orang yang belum mengenalNya dengan menunjukkan iman yang teguh tentang Yesus dan hidup yang mengalami jamahan Tuhan(1 Tes 1.8). Sebagai orang Kristen kita harus bersaksi kepada orang-orang di sekeliling kita. Pertama-tama dengan keyakinan kita yang teguh akan korban Yesus di kayu salib yang telah menguduskan hidup kita. Selanjutnya, dengan mengalami sendiri secara pribadi, pengalaman-pengalaman indah bersama Tuhan, misalnya ketika kita disembuhkan, dihibur, dikuatkan dan lain sebagainya. Ke dewasaan iman jemaat yang ada di kota Tesalonika dengan jelas dipuji oleh Paulus" Kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan benar..."(1 Tes 1.9). Kedaan inilah yang membuat Paulus sungguh bangga melihat komunitas dan pertumbuhan iman jemaat Tessonika di dalam ketekunan, hidup menurut firman Allah( 1 Tes 2.13-20).
Saat ini banyak yang perbuatan manusia jauh dari jalan Tuhan dan hidup sepertinya tidak memiliki ikatan dengan mematahkan kuk dan memutuskan tali-tali pengikat (Yer 5.4-5), hidup yang tidak lagi dikuasai Roh Kudus menjadikan manusia lepas kendali. Banyaknya suara dunia ini yang memanggil untuk menurutinya sehingga perbuatan dan hidup kita jauh dari keinginan Tuhan.Tuhan tidak menginginkan seorangpun binasa(2 Petrus 3.9) namun hidup bergaul dengan Allah. Jemaat Tesalonika telah memilih firman Allah yang menjadi dasar kehidupannya memutuskan dan  berkomitmen untuk berjalan bersama-sama dengan kekuatan firman. Dengan tegas Paulus mengatakan dalam suratnya "Siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah(ay 8)", perlu diperhatikan yang dimaksud menolak Allah sama dengan menolak apa yang diajarkan dan menjauhi jalan Tuhan(bnd Ibrani 11.5-6).
Bagaimana dengan hidup anda saat ini? Dunia menawarkan begitu banyak pilihan yang seolah-olah sangat menguntungkan, masuk akal, menyenangkan dan menarik sehingga hati kita tergelitik dan kita mulai mengikuti jalan dunia ini. Arah perjalanan kita sedik demi sedikit mulai bergeser tujuannya. Sebagi murid Kristus, kita telah dipanggil untuk mengiring Kristus, mengikuti jalanNya, tetapi seringkali yang menjadi masalah, kita bukannya mengiring Kristus, mengikuti jalanNya, tetapi berusaha memaksa Dia untuk mengiring dan mengikuti jalan kita. Itu sebabnya kehidupan kekristenan kita di dalam dunia ini tidak ada uniknya, tidak ada kegairahannya, dan tidak ada kuasanya karena arahnya yang salah.
Kita sudah dipanggil untuk tidak lagi menjadi cemar melainkan untuk menjadi kudus dalam tangan Tuhan, dan siapa yang menolak bukanlah menolak keberadaan Paulus namun Tuhan yang menjadikan kita untuk memiliki hidup yang berbuah kesetiaan. Sekalipun semua orang di sekililing kita memutuskan hal yang lain, tetapi bagi kita hanya ada satu pilihan dan keputusan dan komitmen; berjalan mengiringi Tuhan, karena kita tahu akhir dari semuanya adalah indah adanya.Amin

Dasar Iman Yang benar


            Berapakah harga dari suatu kepercayaan? Untuk menjawab ini tidaklah mudah dan gampang. Kepercayaan tidak dapat dibeli dengan uang atau suatu benda sekalipun itu nilainya mahal. Kepercayan itu bukan suatu kejadian atau perilaku sekali jadi, melainkan suatu proses dalam keteguhan dan ketetapan hati(lht Jes 7.9b). Mencari Kerajaan Allah dan kebenaranNya maksudnya adalah kita menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas seluruh aspek kehidupan kita. Kebahagiaan tidak tergantung pada harta benda duniawi yang sifatnya sementara serta tidak sempurna (Luk 12.15), kepuasan nafsu (Why 1.8) atau persahabatan manusia, tetapi hanya dalam persahabatan yang sempurna serta abadi dengan Allah. Namun mengapa manusia cenderung keluar untuk hidup dari dasar iman yang benar ”Yesus”? Ingat hidup tanpa Yesus tidak ada apa-apanya! Oleh karena itu bagaimana kita berjalan dan hidup dalam dasar iman yang benar itu?
1.   Menjadikan Tuhan sebagai gunung batu
Allah gunung batuku dan bagianku tetap Allah selama-lamanya (lht Mzm 73.26) ini menggungah kita supaya selalu menempatkan Allah menjadi gunung batu dan bagian yang tetap dalam sepanjang hidup. Kita harus menyadari bahwa hidup kita bukan semakin gampang, banyak persoalan hidup yang akan menantang kita. Jangan pernah ragukan Allah dalam menjawab keluh kesahmu di dunia ini. Menjadi orang yang bijaksana itu sama dengan mendirikan rumahnya diatas batu(Mat 7.24).
2.   Menerima kerajaanNya di hati kita
Kerajaan Allah tidak dibatasi territorial dan periodesasi, kerajaan mutlak Allah yang memimpin, tidak seorang pun dapat merebut dan menggantikan posisi Allah yang memerintah. Kerajaan Allah bukanlah soal tempat melainkan soal suasana. Kita dipanggil untuk ikut membangun kerajaan Allah menurut rencanaNya. Dalam suasana apapun kita sebagai tubuh Kristus  perlu terus menerus membaca tanda-tanda zaman. Dasar inilah yang akan membentuk diri kita hidup dalam dasar yang kuat dan mampu mengatasi kehidupan yang semakin hari semakin susah dan sulit, jangan biarkan hatimu dikuasi oleh keinginan yang sia-sia yang tidak membangun iman yang benar dan kuat.
3.   Perkaya hidupmu dalam perkara Kristus
Bagaimanakah orang dapat memiliki hikmat Allah? Mengakui dan menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tekun membaca perkataan Kristus, lalu hidup  memberlakukan kehendakNya. Perkataan Kristus sama kuasaNya dengan perkataan Allah, karena Allah yang mengaruniakanNya di dalam Yesus. Yesus mengakui mempunyai segala kuasa di sorga dan di bumi(lht Mat 28.18). Biarlah segala pujian syukur dinaikkan untuk kemuliaan Allah Bapa di dalam pengenalan akan Kristus Yesus. Bagaimanakah kita memperlakukan perkataan Kristus dalam menjawab berbagai masalah yang kita hadapi di tengah-tengah dunia yang serba sulit dan susah ini? Miliki dasar iman yang benar. Selamat melakukannya. Amin

Penyelamatan Tuhan

Perlu dilakukan pembedaan antara produk yang memenuhi standar, yang aman, dan yang dirasakan aman. Pada umumnya, terdapat tiga jenis keadaan keselamatan terhadap suatu produk antara lain yaitu; Keselamatan normatif digunakan untuk menerangkan produk atau desain yang memenuhi standar desain, Keselamatan substantif digunakan untuk menerangkan pentingnya keadaan aman, meskipun mungkin tidak memenuhi standar, Keselamatan aman dan nyaman digunakan untuk menerangkan keadaan aman yang timbul dalam persepsi orang. Sebagai contoh adalah anggapan aman terhadap keberadaan rambu lalu lintas. Namun, rambu-rambu ini dapat menyebabkan kecelakaan karena menyebabkan pengemudi kendaraan gugup.
Menurut kepercayaan Kristen tidak ada orang yang dapat memperoleh keselamatan melalui usaha mereka sendiri, baik itu dengan ritus-ritus, perbuatan baik, persembahan, meditasi atau cara-cara lainnya. Keselamatan hanya bisa diterima karena telah diberikan secara cuma-cuma oleh kematian Yesus di kayu salib. Untuk menerima keselamatan pertama-tama seseorang harus mengakui keberadaannya yang berdosa terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan penerimaan karya penebusan Kristus, yang disebut sebagai "pertobatan". Istilah "pertobatan" memiliki makna lebih dari sekedar menyesali perbuatannya yang salah. Pertobatan harus disertai dengan perubahan mentalitas.
Keselamatan berasal dari anugerah Allah. Perjanjian Lama menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya adalah berdosa, dan menceritakan tentang perjanjian yang diberikan Tuhan kepada umat pilihanNya. Perjanjiannya termasuk Perjanjian kepada Abraham, yaitu bahwa melalui Abraham semua bangsa di bumi akan diberkati. Tuhan menunjukkan karya penyelamatannya di sepanjang sejarah Israel dan juga menjanjikan Mesias yang akan menyelamatkan manusia dari kuasa dan hukuman dosa. Sosok Mesias tersebut dipenuhi oleh Yesus yang akhirnya mengalahkan seluruh karya Iblis, termasuk penderitaan, penyakit, dan kematian. Di dalam Perjanjian Baru dijelaskan bahwa "karena kasih karunia [kita] diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." Efesus 2:8-9. Orang yang diselamatkan diampuni dosanya dan akan menerima hidup yang kekal. Mereka disebut sebagai anak-anak Allah dan menerima Roh Kudus yang memampukan mereka untuk lahir baru. Amin

Rabu, 01 Februari 2012

Hakekat Dosa

 


  1. Apakah sebenarnya dosa?
a.  Sangat perlu kita ketahui supaya kita dapat mengenalnya dalam kehidupanm kita sehari-hari dengan mengenalnya, kita dapat melawan dan menghidarinya.
b. Menurut Kej 4.7 : dosa adalah musuh yang setiap saat mengintip. Selalu menggoda manusia, namun Tuhan mengatakan : “engkau harus berkuasa atasnya”! sehingga Rasul Petrus memperingatkan para murid-muridNya atau pengikut Yesus agar “berjaga-jaga, lawanmu iblis, berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Petrus berkata kemudian : “ Lawanlah dia dengan iman yang teguh “(ay 9). Senjata yang paling ampuh tidak lain daripada iman.
c.  Sifat dosa, selalu bersembunyi, dia sangat licik. Tidak mau menunjukkan . dia selalu berlindung dibelakang perbuatan yang tampaknya baik. Kejahatan biasanya menjelma dalam perbuatan yang sementara dilihat baik. Dia tidak mau menunjukkan hakekatnya yang asli; sebagai contoh : Iblis menggoda Tuhan Yesus dipadang belantara, godaannya tampaknya indah sekali: dibawa ke atas gunung, serta menjanjikan akan memberikan semua harta yang megah pada Yesus asalkan Yesus mau sujud menyembah dia. Nampaknya baik, isinya jahat. Sewaktu Yesus lapar, iblis menawarkan agar batu itu dijadikan roti, nampaknya baik, seolah-olah turut merasakan kelaparan Yesus, tetapi isinya jahat. Iblis membawa Yesus ke kota suci diatas menara Bait Allah. Iblis dengan kelicikannya menggoda Yesus membuat tanda ajaib dengan menerjunkan diriNya justru malaikat-malaikat telah akan segera menangkapnya. Kata-kata itu nampaknya baik, tetapi maksudnya jahat.
Dosa tidak selalu menyatakan diri dalam perbuatan-perbuatan jahat seperti membunuh,mencuri, dsb. Tetapi dengan segala kelihaiannya, dia berusaha agar manusia terperdaya dengan caranya. Kita coba dulu menelusuri gaya dosa itu menurut Alkitab :
Dalam Perjanjian Lama:
Dosa adalah: Ketidakmauan berbicara dengan Allah(Kel 20.20). Israel tidak mau berbicara dengan Tuhan, mereka takut.
Dosa adalah : Kesalahan, mulut manusia mempersalahkan dia menjadi berdosa (Kel 15.5).
Dosa adalah : Pemberontakan terhadap Tuhan ( I Raja 12.9).

Dalam Perjanjian Baru:
Dosa adalah :Pelanggaran akan hukum Allah ( I Yoh 3.4)
Dosa adalah : Anomia atau perbuatan tanpa kasih ( I Yoh 4.8)
Dosa adalah : Kejahatan ( I Yoh 5.17)

Tabiat dosa dengan semua kenyataannya sudah digambarkan dalam kej 3, yakni:membuat manusia membenci Allah dan berakibat membenci sesama manusia. Kebencian itu ditumbuhkan dengan bibit berupa :
    1. Keragu-raguan
    2. Ketidak percayaan
    3. Keinginan
Cobalah membaca buku Kej 3, lalu tulis satu tulisan kecil, dimana abc dicakup dan mencakup pengertian  bibit dosa itu dengan implikasinya dalam dosa-dosa yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari.

2. Perkembangan Dosa dan akibatnya :
Seluruh manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangam Kemuliaan Allah. Roma 3.9-23 bahkan disebut, semua telah terkurung dibawah kekuasaan dosa (Gal 3.22). Sarx atau daging itulah yang telah dikuasai dosa Roma 5,12, lewat daging dosa itu menyebar dimana Adam & Hawa dengan dosanya berakibat juga pada semua orang yang memiliki sarx atau daging itu. Inilah yang disebut “dosa yang bersifat umum”. Dosa ini menjadi bibit bagi dosa-dosa yang diperkembangkan orang-orang sendiri-sendiri, sehingga ada orang-orang yang diperbudak dosa itu. Itulah sebanya maka Rasul Paulus mengatakan bahwa dengan dosa itu menyeret dirinya sendiri ke dalam perbudakan sehingga ia harus menaklukkan dirinya kepada tuntutan-tuntutan dosa ( Roma 6.13 ff ). Dalam perkembangan dan akibat dosa itu dalam aspek kehidupan manusia nampak dalam hal 2 bentuk sesuai dengan ajaran Paulus yaitu :
  1. Dosa itu bergerak dari dalam hati manusia dan menampakkan dirinya dalam perbuatan di luar manusia itu sendiri.
  2. Dosa itu bergerak dari luar dan menyebar ke dalam hati manusia. Dia membenci sesuatu, tetapi tetap dilakukan. “ karena bukanlah apa yang dikehendakinya diperbuat, tetapi apa yang dibenci itulah yang diperbuat (Roma 7.14).
 Seluruh manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangam Kemuliaan Allah. Roma 3.9-23 bahkan disebut, semua telah terkurung dibawah kekuasaan dosa (Gal 3.22). Sarx atau daging itulah yang telah dikuasai dosa Roma 5,12, lewat daging dosa itu menyebar dimana Adam & Hawa dengan dosanya berakibat juga pada semua orang yang memiliki sarx atau daging itu. Inilah yang disebut “dosa yang bersifat umum”. Dosa ini menjadi bibit bagi dosa-dosa yang diperkembangkan orang-orang sendiri-sendiri, sehingga ada orang-orang yang diperbudak dosa itu. Itulah sebanya maka Rasul Paulus mengatakan bahwa dengan dosa itu menyeret dirinya sendiri ke dalam perbudakan sehingga ia harus menaklukkan dirinya kepada tuntutan-tuntutan dosa ( Roma 6.13 ff ). Dalam perkembangan dan akibat dosa itu dalam aspek kehidupan manusia nampak dalam hal 2 bentuk sesuai dengan ajaran Paulus yaitu :
  1. Dosa itu bergerak dari dalam hati manusia dan menampakkan dirinya dalam perbuatan di luar manusia itu sendiri.
  2. Dosa itu bergerak dari luar dan menyebar ke dalam hati manusia. Dia membenci sesuatu, tetapi tetap dilakukan. “ karena bukanlah apa yang dikehendakinya diperbuat, tetapi apa yang dibenci itulah yang diperbuat (Roma 7.14).
3. Apakah ada tingkatan-tingkatan dosa ?
   Dalam Alkitab, seolah-olah ada perbedaan dosa itu. Tetapi bukan menggaris bawahi tingkatan-tingkatannya.
Dalam P.Lama, ada dosa-dosa yang sesaat terjadi dan ada dosa yang disegaja(Mzm 19,13 dan Bil 15.27-31). Dalam P.Baru pun ada nampak seolah-olah diperbedakan, ada dosa cabul, mabuk, fitnah, menipu ( I Kort 6.9-10; Gal 5.21). Ada juga dosa yang tidak disegaja, namun demikian, tidak perlu diperdebatkan secara timbangan dengan mengatakan ada dosa ringan dan dosa berat. Dosa bagaimanapun jenisnya, tetap tidak berkenan pada Tuhan dan tetap menerima murkah Tuhan. Namun, betapapun keadaanya, tetap dapat diampuni Tuhan (Ibrani 4.16). tetapi ada dosa yang tidak dapat diampuni, yaitu dosa yang menghujat Roh Kudus (Mat 12:31; Mark 3.24 dan Luk 12.10), maksudnya : “ dengan sengaja menolak pernyataan Roh Kudus bahkan pernyataan Roh Kudus itu dianggap sebagai karya setan. Dengan demikian, dapat kita simpulkan sebagia berikut,dosa menghujat Roh Kudus yang tidak terampuni, adalah : “ Jika Roh Kudus karena karya peneranganNya telah memberikan keyakinan kepada seseorang, bahwa Yesus Kristus adalah Jurus’lamat yang datang dari Allah, padahal kesaksian itu dengan sengaja ditolak, bahkan justru dipandangnya sebagai datang dari setan, orang itu melakukan dosa yang disebut “dosa menghujat Roh Kudus”.