Sabtu, 13 November 2010

’Setia dalam Kejujuran’

gr.abnerpanjaitan
 
Beberapa orang beranggapan bahwa setelah Allah menciptakan dunia dan segala isinya, Ia menarik diri dan membiarkan ciptaan-Nya berjalan sendiri begitu saja, seperti faham Deisme. Bahwa Ia tidak peduli lagi dengan ciptaan-Nya. Ia lepas tangan. Benarkah Alkitab mengajarkan demikian? Jawabannya adalah tidak. Sampai saat ini Allah masih memelihara ciptaan-Nya. Allah, Pencipta Agung dari segala sesuatu, Ia juga yang memelihara, memimpin, mengatur dan memerintah semua makhluk ciptaan, tindakan, dan benda-benda ciptaan, mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil, dengan kebijaksanaan-Nya yang paling bijak dan pemeliharaan-Nya yang kudus, sesuai dengan pengetahuan yang tidak bisa salah dan kehendak-Nya yang bebas dan tidak berubah, bagi kemuliaan hikmat-Nya, kuasa-Nya, keadilan-Nya, kebaikkan-Nya dan kemurahan-Nya. Kalau langit dan bumi dan segala isinya ini masih ada sampai sekarang, ini semua karena pemeliharaan Allah terhadap ciptaan-Nya. II Petrus 3:7 mengatakan: "Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api ..." Semuanya itu dimungkinkan masih ada karena Allah menopangnya. Ibrani 1:3 menjelaskan bahwa Kristus menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kuasa. Kata "menopang" di sini tidaklah hanya sekedar menopang atau menyokong, tetapi memiliki pemahaman yang aktif, dengan maksud kehendak-Nya Ia mengontrol semuanya secara terus-menerus. Jadi Yesus secara aktif terlibat dalam karya pemeliharaan (providensia). Hal serupa juga terdapat dalam Kolose 1:7 yang mengatakan bahwa di dalam Dia segala sesuatu ada. Bagaimana dengan kehidupan manusia di bumi ini? Apakah Allah masih memperhatikannya? Jawabnya adalah Ya. Ada banyak ayat dalam Alkitab yang menjelaskan bahwa Ia mengatur kehidupan di bumi ini. Mazmur 139:16 menjelaskan bahwa Allah melihat hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.
Rick Warren di dalam bukunya ”The Purpose Driven Life” mengatakan bahwa tujuan pertama hidup kita adalah untuk mendatangkan kesukaan bagi Allah atau untuk menyenangkan hati Allah. Bagaimana caranya agar kita dapat menyenangkan hati Allah? Dibelahan dunia manapun juga, seorang bapa akan sangat senang hatinya jika anak-anaknya dapat mengasihi, percaya, setia dan taat kepadanya. Kita adalah milik dan anak-Nya. Sejak awal manusia diciptakan Allah, manusia mempunyai tugas dan tanggung jawab atas hidupnya. Yaitu”setia” dalam perkara-perkara hidup yang dihadapi selama tinggal di dunia ini (Luk 16.10). Disini kita dapat lihat bahwa firma itu ingin mengatakan bahwa hidup ini merupakan suatu ”PROSES”. Proses ini suatu pematangan sikap dan iman kita untuk melakukan tanggung jawab dihadapanNya. Perumpaman Yesus pada Injil Lukas menunjukkan bahwa ketika kesetiaan menjadi nomor satu dalam hidup manusia akan menghasilkan harta yang sesungguhnya (Luk 16:11). Bagaimana manusia dapat keluar dari lingkaran dosa sehingga bisa menikmati hidup yang kekal menerima harta yang sesungguhnya? Jawabanya ”Setia” dalam iman percaya kepada Tuhan, hanya melalui kesetiaan itulah menghantarkan kita mendapatkan status ”orang benar” atau ”orang kudus” di mata Tuhan, yang disebut ciptaan baru (2 Kort 5.17) atau anak Allah(Yoh 1.12). Kesetiaan itu akan nyata ketika kita mengasihi kebenaran dan membenci dosa. Kita memang masih dapat jatuh ke dalam dosa (fall in sin), tetapi kita akan merasa gelisa ketik jatuh ke dalam dosa dan itu membuat kita tidak tinggal berlama-lama di dalam dosa (live in sin).  
Dengan dasar apa kita memiliki harta yang sesungguhnya? Satu hal yang kita dapatkan dari Injil Lukas ini adalah ”Belajar Kejujuran”.  Pada zaman sekarang ini hal ”menghargai kejujuran” sangat langkah. Orang berlomba-lomba untuk menjadi tidak jujur. Selain karena memang banyaknya orang besar yang tidak jujur, orang kecil pun juga berlomba tidak jujur agar tidak mati kelaparan. Memang tidak mudah untuk menjadi orang jujur, tetapi berlaku jujur harus menjadi bagian hidup pengikut Kristus. Setiap pengikut Kristus akan mengalami proses pengudusan, salah satunya adalah pengikisan kebiasaan yang suka berdusta. Kita sering diperhadapahkan dengan pilihan, apakah akan berlaku jujur atau tidak? Tetapi sebagai pengikut Kristus marilah kita berusaha untuk berlaku jujur. Ingatlah Tuhan membenci lidah dusta dan menyediakan pertolongan bagi orang yang berlaku jujur. ”Siapa yang berlaku jujur berarti menjauhkan masalah dari hidupnya”. kita lupa Ingat seolah-olah lupa akan tanggung jawab untuk menjadi garam dunia yang harus memberi rasa enak di hadapan Tuhan dan kita adalah terang dunia yang menerangi kehidupan mereka yang gelap, yang hidup di dalam ketidak jujuran. Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini (Roma 12.2). Ada sebuah ungkapan kata bijak ” Makan sekerat roti dengan kejujuran berharga daripada makan setumpuk daging dengan ketidakjujuran”. Amin

Kamis, 11 November 2010

Tuhan Pertolongan kita

           Adalah suatu hal yang tidak masuk akal sehat, jika Allah yang Maha kasih itu menciptakan manusia dengan seluruh dunia dan isinya agar mengalami penderitaan demi penderitaan. Sekalipun penderitaan karakter kita dapat terbentuk lebih baik, namun pastilah bukan itu rencana Allah ketika Ia memberikan pencobaan kepada setiap manusia yang dikasihiNya. Imanlah yang memberangkatkan kita untuk mendapatkan pertolongan Tuhan. Allah kadang membidik sesuatu yang tidak dapat kita lihat serta berulang-ulang meskipun kita berkata: ”Aku tidak kuat dan tidak tahan lagi”. Bahkan Allah seolah-olah tidak memperdulikan keluhan itu. Itulah cara Allah mendidik iman kita agar semakin hari semakin kuat kepadaNya dan hal ini menuntut ketekunan kita. Abraham menjalani pencobaan yang diperhadapkan untuk menentukan sikapnya berjalan menurut kehendak Tuhan(Kej 22.1). Betapa sedih perasaan seorang ayah jika anaknya sendiri yang akan menjadi korban atas tindakannya sendiri, di matanya sendiri. Inilah ketenangan Abraham menurut jalan dan keinginan Tuhan dalam hidupnya. Ia(Abraham) menenangkan dirinya karena tidak ada hal-hal yang buruk yang terjadi, percaya akan kasihNya. Ketika kita melihat dari bawah dengan mata jasmani kita apa yang sedang Tuhan kerjakan, maka semuanya mungkin kelihatan sangat buruk dan merugikan. Kita akan protes, ”Tidak Tuhan. Aku tidak suka”.
                Biasanya kita cendrung melihat masalah hanya dari sisi negatifnya saja. Bahkan tidak jarang oleh karena cara pandang seperti itu, orang menjadi stress. Jika demikian, maka dia tidak akan bisa melihat sesuatu yang berguna di balik masalah yang kita alami. Lebih jauh kita juga tidak bisa melihat jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Sebenarnya Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah adalah untuk kepentingan kita sendiri, yaitu agar kita terlatih secara iman dan mental. Jika sudah demikian, maka kita akan menjadi ”Pejuang” yang gigih, yang pada akhirnya akan menjadikan kita sebagai pemenang dan mendapatkan berkatNya sebab Ia adalah Tuhan yang hidup dan yang selalu menentukan waktu untuk menolong umatNya (1 Kort 10.13). Kitab Mazmur menyatakan dengan jelas dan bersemangat walaupun penderitaan menghantarkannya kepada posisi yang sangat mengkhwatirkan hidupnya, namun ia dengan semangat yang kuat mampu mengatakan dalam hidupnya ”Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia”!(Mzm 69:4) Tuhan menentukan waktu yang tepat untuk menolong umatNya, ia tidak pernah terlambat mengambil tindakan penyelamatan bagi kita.
            Selama kita hidup di jalan Tuhan, semuanya ada di dalam rencanaNya yang indah. Entah mendung apa yang menimpa anda saat ini, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanmu dan di balik mendung itu ada hujan berkat. Kadangkala Tuhan ingin membuka mata rohani kita untuk tetap bersandar dan percaya kepadaNya sekalipun kesulitan datang menimpa.  Setelah semua itu bisa kita lalui dengan penuh kemenangan, maka Ia akan menghujani kita dengan berkatNya yang melimpah. Tuhan tahu persis kapan kita memerlukan uluran tanganNya dan kapan Ia harus menyatakan kasihNya yang ajaib untuk mengangkat dan memberi kelepasan kepada kita.Biarlah kita tetap memilih hidup seturut dengan kehendak Allah karena iman menuntut suatu pilihan dan mendapatkan pertolongan Tuhan (Ibrani 11.26), mengikut Tuhan adalah suatu pilihan yang sadar. Kita dapat membuat perubahan asal kita tidak menyerah pada keadaan dan percaya bahwa Tuhan yang menyertai kita. Pertolongan Tuhan adalah kekuatan bagi kita semua. Selamat menantikan pertolongan Tuhan!!!! Amin

Selasa, 09 November 2010

Sermon Epistel Minggu XXIV D.TRINITATIS


gr.abnerpanjaitan


Lukas 16.10-13      
                                                                                
1.     Taulahon na pasonang Tuhan i
Turpuk on, i ma udut ni umpama ni Tuhan Jesus taringot tu ”juara bagas na geduk”, ayat 10-13 i ma hahonaan ni umpama i. Marhite turpuk umpama i dipatuduhon etika kerja ni juara bagas na geduk, ndang haposan ibana di ulaon na jinalona ala dipansuasaehon na sahat tu ibana, ndang diramoti, ndang dipaganda, alani tarhirim do nampuna ugasan i. Bisuk do juara bagas i manigor disarihon ibana masa depan na. Dijou ma angka parutang laho mambuat rohana, diorui ma utangna, ai tuanna i do na rugi disi alai ianggo ibana mangomo. Diturpuk on ndang hea ditolopi Tuhan Jesus pambahenan ni juarabagas na geduk (korupsi). Alani na nidok di ayat 10-12, molo so haposan hita di ulaon, ngolu dohot arta na tajalo saonari Tuhan i, ndang lehononna tu hita arta na manontong i. Gari di na otik ndang haposan lam di na balga ma? Adong do halak na holan maranganagan sambing ndang diula hape naeng do disangkapi gabe mamora, hape so mardongan pambahenan. Na uli do anggo sumangkapi angka na denggan tu masa depan, alai ingkon mardongan pambahenan do i asa marhataridaan. Unang ma alani na manghudus asa gabe halak na mora, na sangap jala na berpengaruh. Lapatan ni i sude adong do ruhutruhut (norma-norma) siingoton jala siulahonon. Molo sai gurbak mangulaulaonna na so margira tu dia, jala tung marpaima do hapogoson gabe jambar ni sigurbak ulu (ptds Parjamita 10.18). Taulahon ma na tau pasonang rohanta dohot pasonang Tuhan i. 
2.     Manghamauliatehon silehonlehon ni Debata
”Angkup ni molo dilehon Debata tu manang ise jolma hamoraon dohot sinamot, diloas huhut ibana mangan dohot mambuat jambarna sian i huhut marlas ni roha di ulaonna, silehonlehon ni Debata do i.Ai ndang sadia dipaingotingot rohana angka ari ni ngoluna, ala naung nialusan ni Debata ibana marhite sian las ni rohana i”.(Parjamita 5.18) Diparhatopot Raja Salomo do di sandok ngoluna, ai na adong di ibana saluhutna do i marharoroan sian Debata. Hasangapon, arta ro di saluhut sinamot nang huaso (juarabagas) na adong di ibana ro di sude habisuhon pe saluhut do i marharoroan jala silehonlehon ni Debata do. Didok do diturpuk on diayat 16:11 Asa molo so haposan hamu mangaradoti Mammon na geduk i, ise ma antong pasahathon tu hamu arta na tutu i? Sude silehonlehon na sahat tu hita, unang tahaginjanghon alai bahen sangap goar ni Tuhan i na taulahon silehonlehonNa. Dibahen i nang hita pe tama do marhatopoton dohot manghamauliatehon saluhut asi ni roha ni Debata na sahat tu hita.
3.     Ndang haoloan sada anak somang dua induk
Induk ima songon pangarajai, ndang haoloan sada halak anak somang molo dua halak pangarajai. Tuk ma holan sahalak pangarajai anak somang asa denggan pangoloionna. Ndang adong pilihan di anak somang i ise oloanna manang ise tulakhonna. Mammon i ma huaso ni portibion na sai mangarajai jolma, ala marhuaso do mammon mangarajai jolma. Hape mammon i ima jadijadian ni jolma dipangke laho mangurupi jolma i mangolu. Anggo angka na porsea tung  marhaposan do ibana tu Debata. Debata do mangarajai jolma Didok di Psalm 63:8 “Ai Ho do manjadi pangurupion di ahu, jala tarbahen ahu marolopolop di linggom ni angka habongmu”. Debata do mangalehon mammon i tu jolma, alai boi do gabe rumingkot ni turpuk on, so tung gabe mammon i mangarajai manang dihobasi jolma i. Ndang haoloan ni jolma Debata rap dohot mammon. Hasatiaan tu Debata manjalo upa sahat tu ujungna, alai satia tu portibion manjalo upa di portibi on.
4.     Usul tu thema
·        Marhaposan tu Debata ma hita, unang marpangunsadean tu pingkiranmu sandiri, sai haposi Debatam
·        Bulus ma mulaulaon, asa na niomona be dihangoluhon(1 Tes 3.12)
·        Bolongkon hagiot ni portibion, solukhon parange na denggan (Kol 3.1-5)



Kamis, 04 November 2010

Pria Sebagai Imam Dalam Keluarga

gr.abnerpanjaitan

Pendahuluan:
Banyak keluarga yang hancur akibat dari tidak menempatkan diri dalam posisi yang sebenarnya sehingga terjadi mis-komunikasi dalam satu rumah tangga. Hal ini juga dialami keluarga Kristen hingga ada yang berakibat berantakan karena suami maupun istri tidak mengerti fungsi mereka masing-masing sebagai seorang istri atau istri Kristen. Petrus mengatakan pada suratnya dengan jelas memaparkan tugas dan tanggung jawab sebagai istri-suami sebagai keluarga Kristiani dimana dikatakan 1 Petr 3:1-2 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. Dan sebagai seorang suami juga dikatakan dengan jelas "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang" (aya 7). Kebanyakan keluarga Kristen tidak lagi meletakkan firman Tuhan sebagai dasar yang kokoh bagi keutuhan keluarga mereka. 
A. Beberapa model keluarga pada zaman sekarang
Sebelum kita melihat apa fungsi seorang pria sebagai imam di dalam kelauarganya, mari kita lihat terlebih dahulu beberapa model "kedudukan"pemerintahan yang ada di dalam keluarga Kristen dewasa ini.
  1. Model garis lurus yaitu: model ini menyatakan suatu urutan otoritas dengan garis lurus; Otoritas tertinggi berada di tangan suami; otoritas kedua yang ada di bawah suami adalah istri; Istri mempunyai otoritas terhadap anak-anak, model ini biasanya terdapat pada keluarga di mana sang suami adalah orang yang super sibuk sehingga tanggungjawab pengurusan anak dilimpahkan sepenuhnya kepada istri.
  2. Model persamaan hak dimana model ini menyatakan bahwa suami dan istri mempunyai kedudukan yang sama otoritasnya. Otoritas yang tertinggi berada di tangan suami dan istri. Anak-anak diurusi oleh siapa saja yang sempat dan model ini biasanya terdapat pada keluarga yang suami maupun istri sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing.
  3. Model penguasa tunggal; model ini menyatakan di mana suami mempunyai kedudukn dan otoritas tertinggi atas istri dan anak. Kedudukan istri tidak mempunyai otoritas apapun terhadap anak-anak. Ini terjadi bila seorang suami dikenal dengan sikap diktator, tidak ada yang boleh menentangnya, tidak anak tidak istri 
  4. Model bertukar peran; di mana istri menggantikan perananan suami dengan memengang otoritas tertinggi atas suami dan anak. Suami kurang berperan tidak mempunyai otoritas apapun dan bahkan mengurusi rumah tangga, istri menjadi pencari nafkah.
  5. Model Izebel, istri yang memang seluruh kendali atas suami, anak dan seisi rumah suami hanya tunduk kepada perintah istri demikian juga anak-anaknya. Ini biasa terjadi pada wanita karier yang lebih sukses dibandingkan suaminya.
Model Yang Benar 
Model keluarga Kristen, suami adalah kepala keluarga yang mempunyai otoritas terhadap istri dan anak-anaknya (Kej 3.16; 1 Tim 3.12; 1 Kort 11.3), istri mewakili suami sebagaimana Kristus mewakili Allah dan suami mewakili Kristus. Suami juga bertanggungjawab atas anak-anaknya (Kol 3.21; Efs 6.4) istri mempunyai otoritas terhadap anak-anaknya sebagai seorang ibu ( Efs 6.1-20 dan model ini adalah model keluarga Kristen yang dikehendaki Tuhan.

B. Peranan Suami Sebagai Imam dalam keluarga
Ada 3 fungsi utama seorang imam, yaitu;
  1. Mempersembahkan korban, korban yang dipersembahkan seorang imam adalah untuk dirinya sendiri dan seluruh jemaat, korban yang dipersembahkan untuk menguduskan dirinya dan seluruh jemaat. Di dalam lingkungan keluar, peranan seorang suami sebagai seorang imam dalam atau bagi keluarganya adalah menjaga kekudusan dirinya sendiri dan anak-anaknya 
  2. Menaikkan doa syafaat. Tugas seorang imam menaikkan doa syafaat kepada Tuhan untuk kepentingan umat Tuhan atau dikatakan bahwa ia menjadi penengah antara Tuhan dan umatNya dan juga penengah antara iblis dan anak-anakNya. Suami Kristen juga menjadi pendoa syafaat atau penengah bagi istri dan anak-anaknya.
  3. Memberkati. Dimana suami Kristen harus memberkati umat Tuhan, demikian juga suami Kristen wajib memberkati dan menjadi berkat bagi keluarganya dengan cara melayani istri dan anak-anaknya dalam hal berkat materi dan berkat jiwani dan berkat batiniah bagi istri.






Selasa, 02 November 2010

Sermon Epistel Minggu XXIII D.TRINITATIS 2 Joh 1.1-6


gr.abnerpanjaitan
I.Patujolo;                                                                                           
            Sabindu do surat 2 Johanes on, mura antusan isina. Ay 1-3 marrumang patujolo na pasahathon tabe ni panurat; ayat 4-6 isi manang impola ni surat 2 Johanes; ayat 7-10 marrumang panutup na pasahathon sibingkasi ni panurat manurathon surat on. Marhite pandohan ”Ai” di ayat 7, dipatuduhon na mangonjar panurat pasahathon surat on. Adong do 2(dua) parsoalaan na masa tingki i, i ma na parjolo, na sai tongtong ro angka pangajari pargapgap na naeng mangale halak Kristen asa mandoa sian Hata ni Debata . Poda na sintong i, i ma na pabotohon na manulak nasida di pandohan na Kristus songon Debata jala jolma (ptds tu ayat 7, ”ai nunga borhat torop siulahon sipaotooto tu portibi on”). Na paduahon, tung i ma borat na na niadopan ni angka halak Kristen uju i siala ni boi do ro sian bagas nasida sandiri i ma na lam moru parsitutuon ni angka ianakhon manang ruas ni huria i mangihuthon hasisintong poda manang Patik na sian Debata.  

II. Hatorangan;
  1. Pangajarion hasisintong marhite hata ni Debata.
dipatuduhon panurat on las ni rohana tu sada ina na manjalo surat on. Las rohana ala dipodahon patik na jinalona (holong) ditongatonga ni keluargana. Dihangoluhon keluarga ni ina ma patik i marhite poda dohot tiruan na denggan sian inana. Jumpang di ianakhonna parange hasintongan hombar tu patik na jinalona sian Ama i.Dipatuduhon ina i bukti ni holongNa tu Debata marhite na manghaholongi keluargana. Marhite podana i diargahon basabasa ni Debata na jinalona, i ma ianakhonna. Mangaradoti keluarga, ianakhon asa gab keluarga na unduk tu Debata, i do tugas pemberitaan Injil. Molo masihaholongan ianakhon(kelurga) i ma patuduhon na tahangoluhon Hata ni Debata. Parbaritaon na denggan i ingkon di bonai do sian dirinta sandiri, keluarga, dung pe i asa tu luar ni bagasnta. Ido na ni dok si Paulus di I Kort 9:27 “Hupukpuhi do dagingku jala hupatunduk, asa unang angka na asing hujamitai, hape ahu gabe bolong”. Adong do keluarga dohot sitangianghononta, ido tohonanta na parjolo laho mangajarhon marhite hata ni Debata.
  1. Mangulahon hasintongan Hata ni Debata
Molo nunga tangkas be dasor manang ojahan ni parpunguan I marhitehite hasisintong hata ni Debata tarlumobi keluarga ni halak Kristen, ndang muramura be dielaela pangajarion na ro manang sian dia pe. Halak na sai mian huhut mangulahon hasintongan hata ni Debata ndang dipaila ngoluna, alai dipatimbo Debata do, ido na didok 5 Musa 4.1 4:1 ”Nuaeng pe, ale Israel, sai tangihon ma aturan dohot uhum, angka na hupodahon tu hamu, sibahenonmuna, asa mangolu hamu jala masuk hamu tu tano siteanonmuna i, na nilehon ni Jahowa, Debata ni ompumuna i tu hamu”. HataNa i do na gabe ”kompas” dingolunta on songon na ni dok ni Apostel Jakobus “Haporseaon i pe songon i do: Anggo so adong pangulaonna, naung mate do hadirionna” (Jak 2.17).
Asa unang mate didok haporseaon I ingkon do sahat tu na mangulahonsa

III. Aha ma ondolan jala na boi idaonta sian turpuk on:
1.   Hombar tu topik ni minggunta di Minggu XXIII dung Trinitatis ”Mangajarhon Hata ni Debata tu Pinompar”, tontu diingil do hita sude ruas ni huria i asa mangharingkothon ulaon on di ganup ngolunta dohot bagasnta be. Songon na didok ni Martin Luther, mangajari angka ianakhon dos do songon na mangisi anggur tu sada drum na sian hau i, sai na boi do suda anggur i alai molo angur ni anggur i sai na lohot do di drum i. Molo nunga diboto dakdanak i hata ni Debata, di boto ma holong ni roha, diboto ma mangulahon na denggan, ndada holan natorasna na boi menikmati i alai godang halak manang di dia pe dakdanak i muse dungkon balga ibana.
2. Mangaradoti dohot mangajarhon Patik ni Debata i ma tanggungjawab moral dohot tanggungjawab haporseaon di ganup halak. Siala dijou jala dipillit Debata do ganup jolma i asa mangulahon angka lomo ni roha ni Debata ima songon bangso marhite Patik na jinalo na si Musa di dolok Sinai, asa dijou jala satia nasida laho mangulahonsa.
3.   ”Holong” i do hata na popular di panandaon ni halak molo ditaringoti hakristenon. Molo dibege parugamo na asing hata “Kristen”, mamintor tarsunggul rohana tu hata “holong”. Pandohan”huhaholongi” dikaithon tu pandohan mananda ”hasintongan”. Na mansiarainrainan do pandohan on: ”Kewajiban do tu saluhut na mananda hasintongan laho manghaholongi”. Jala halak parroha holong i do na mananda hasintonga. Amen

Hidup Berhikmat


 gr.abnerpanjaitan

Ada filsafat buah yang merefleksikan kehidupan seperti ini: Jadilah jagung, jangan jambu monyet, jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya. Jangan pamer, kecuali lagi pameran. Jadilah pohon pisang, pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati. Kesetiaan dalam pernikahan. Jadilah duren, jangan kedondong walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri. Jadilah bengkoang walaupun hidupnya dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih. Jagalah hati jangan kita dinodai meskipun mainnya di tempat sampah. Jadilah padi makin berisi, makin merunduk. Tapi awas ada wereng. Jadilah pohon kelapa sudah terkenal dengan serba gunanya, tidak bisa dimanipulasi(tidak dapat dicangkok); Jadilah tandan Pete, bukan tandan rambutan. Tandan Pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, ngak seperti rambutan ada yang kecil ada yang besar. Jadilah cabe makin tua makin pedas, makin tua makin bijaksana. Jadilah buah manggis bisa ditebak isinya dari bokong buahnya, maksudnya jangan munafik. Jadilah buah nangka, selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yang memakannya, artinya berilah kesan kepada semua orang(tentunya yang baik). 
Sejarah menjadi unsur hakiki seorang manusia. Hidup manusia bukanlah serupa batu di ruangan hampa, dalam arti senantiasa sama sejak awal sampai akhir, melainkan berbuah dengan kata dalam pengembangan hidup manusia pada umunnya tidak disediakan jalan pintas. Dengan kata lain panggilan hidup manusia menuntut sepenuhnya tanggung jawab dari setiap peribadi. ”Hanya ada dua tragedi dalam kehidupan ini; orang uang tidak mendapatkan apa yang diinginkan dan orang yang mendapatkannya”. 

       Memiliki hikmat dan kebijaksanaan kepada Ayub(28.1-12) menjadi kesadaran baru tentang persekutuan dengan Allah. Persekutuan dengan Allah yang bukan tradisi agama seperti yang dipertahankan oleh sahabat-sahabat Ayub, melainkan persekutuan yang hidup, dengan Allah yang hidup. Allah yang menyatakan dirinya lewat topan membuat Ayub lebih mengenal dan menikmati persekutuannya dengan Allah yang memberi makna dalam hidup ini. Orang berhikmat itu adalah orang yang memiliki pengetahuan yang memungkinkan orang itu mengenal Yang Mahakudus (Ams 30.3). Sehingga, orang yang berhikmat akan mampu melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar dalam setiap perjalanan hidup ditengah-tengah realitas dunia ini. Orang yang bijak selalu memberikan pengaruh yang positif. Oleh karena itu, seseorang yang berhikmat berjerih payah untuk melakukan kebenaran, yang berkenan bagi Tuhan, serta menghindari jalan yang menyesesatkan. Pengalaman hidup yang berjalan bersama Tuhan adalah pengalaman hidup yang tidak ternilai harganya, oleh sebab itu marilah melangkah dengan tuntunan dan ajaran serta tanggung jawab hidup yang besar kepada Tuhan.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Kuat Dalam Kasih Tuhan

gr.abnerpanjaitan
 
 Begitu banyak pergumulan hidup sedang dialami oleh manusia. Di saat ini kita juga diperhadapkan persoalan hidup/persaingan yang semakin hari semakin menghantarkan kita pada posisi untuk memilih ikut Tuhan atau ikut dengan dunia. Pada bulan ini juga disugguhkan dengan ancaman alam yang tidak bersahabat dengan kita, seakan-akan kemarahannya menunjukkan bahwa keserakahan selama ini djawab oleh alam disekitar kita. Banjir bandang yang memakan korban jiwa dan material terjadi di beberapa daerah terjadi. Ibu kota Jakarta dihantui dengan air yang meluap beberapa meter membuat seluruh fasilitas yang kita miliki menjadi hancur di terjang oleh ke egoisan, keserakan manusia hanya menunjukkan gaya hidup yang lebih tren. Keganasan gunung merapi terjadi di Yogyakarta memakan korban jiwa dan harta benda penduduk sekitarnya, gempa bumi disertai tsunami yang meluluh lantahkan kepulaan Mentawai di pada hari senin kemarin juga menghancurkan seluruh kehidupan penduduknya. Dimana Kasih Tuhan yang disuarakan dalam firman Tuhan seolah-olah tidak mampu menjawab pergumulan itu. Ini dapat kita lihat begitu banyak manusia yang stress, apatis, pesimis atau tidak memiliki pengharapan akan kasih Tuhan. Berdasarkan hasil survei lembaga polling The Gallup Organization, dalam sepuluh tahun terakhir ini, kepercayaan terhadap paranormal, ”orang pandai” dukun dan kekuatan supranatural di ”negeri paman sam” atau Amerika mengalami peningkatan yang cukup pesat. Kini benarlah apa yang dikatakan Alkitab bahwa akan tiba waktuknya di mana manusia akan memalingkan telingnya dari kebenaran dan membukanya untuk hal-hal yang sesuai dengan keinginan mereka atau dengan kata lain ”Kepercayaan terhadap iblis semakin meningkat”. Kebenaran akan kasih dan kekuatan yang bersumber dari Tuhan seakan-akan tidak berpengaruh lagi kehidupan iman orang percaya kepadaNya. Ibadah dan persembahan dilakukan sebatas rutinitas yang tidak berpengaruh untuk mengerti dan menghantarkan kepada kita menuju kemenangan yang sejati (lih Hes 33.12). Kita takut mengalami penderitaan, walaupun dengan jelas dikatakan oleh Paulus kepada Timoteus ”Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus”. (2 Tim 2.3).
Rasul Yakobus yang menulis suratnya kepada para Jemaat untuk meneguhkan mereka yang mengalami penderitaan dan persoalan demi persoalan. Ia tidak menampik bahwa persoalan tidak ada di dalam jemaat, ia tahu sebagai murid Yesus bahwa persoalan bahkan akrab dengan orang Kristen. Ia melihat dengan mata sendiri bagaimana Yesus dianiaya, ia juga melihat bagaimana jemaat mula-mula di aniaya. Ia tahu menjadi seorang Kristen dan percaya Yesus akan sangat akrab dengan penderitaan.
Namun ia sadari betul sebetulnya setiap manusia pasti akan mengalami penderitaan. Untuk itu ia mengatakan barangsiapa yang menderita maka baiklah mereka bertekun karena orang seperti inilah yang  berbahagia. “..Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun ..” Yakobus mengambil contoh Ayub yang selama beberapa tahun menderita. Keluarga mati, istri meninggalkannya dan sekujur tubuhnya penuh penyakit. Namun Ayub tetap bertekun. Meski dalam penderitaannya yang hebat ia terus bertekun dan mencari Tuhan akhirnya Tuhan menyembuhkannya dan mengembalikan keluarganya.
Betapa banyak orang Kristen seringkali merajuk dan ngambek dengan tidak lagi mau melayani karena persoalan atau musibah datang. Mereka mundur dan apatis. Tidak lagi mau memikirkan pelayanan Tuhan apalagi mengambil bagian dalam pelayanan. Mereka minta cuti  dan kalau bisa cuti panjang. Katanya istirahat dulu, tapi dalam hati tidak akan lagi melayani. Untung saja Tuhan baik dan tidak membiarkan jantung mereka cuti juga berdenyut. Sungguh Tuhan maha pengasih dan sangat penyayang sehingga DIA membiarkan umatNya yang mengalami persoalan itu bisa duduk dan berbaring sambil merenungkan masalah yang dialami dan mengambil hikmah dari sana. Oleh karena itu ada bagaimana kita sebagai umat Tuhan untuk menpertahanlan iman pada zaman yang serba cangih ini?
1.   Kuat dan tetap bersekutu dengan Tuhan.
Waktu adalah salah satu pemberian Tuhan yang paling berharga, tak dapat diulang, dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Namun, tidak ada waktu terbaik bagi Anda selaku orang percaya, selain waktu yang dipakai untuk bersekutu dengan Allah. Bagaimana caranya? Pilihlah waktu dan tempat yang tepat untuk bersekutu dengan Allah. Putuskan juga berapa lamanya. Hubungan yang baik dengan Allah tidak dapat diperoleh tanpa pernah menyediakan waktu secara konsisten. Bersiaplah juga untuk menyediakan waktu lebih bila Allah ingin berbicara lebih banyak dengan Anda. Diamlah dan nantikanlah Dia. Seringkali orang percaya menghabiskan waktu doanya hanya untuk berkeluh-kesah dan meminta sesuatu. Jarang sekali mereka mau mendengarkan ketika Tuhan hendak berbicara. Berilah waktu untuk Tuhan berbicara, menyatakan isi hati-Nya, berfirman, memberikan janji-Nya, termasuk memberi penghiburan dan kekuatan di saat Anda lemah. “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mzm. 46:11).
2.   Lakukan kebenaran
Alkitab memberikan alasan yang sangat kuat bagi setiap orang percaya untuk menyatakan kebenaran. Salah satu alasan itu ialah karena semua orang percaya adalah anggota dari satu tubuh. Satu tubuh dapat hidup dengan aman, hanya jika panca indra dan syaraf mampu menyampaikan informasi yang benar kepada otak. Jika informasi yang disampaikan salah, misalnya indra perasa, yaitu kulit menginformasikan bahwa air yang disentuhnya dingin dan dapat diminum, pada hal sesungguhnyaair tersebut panas, maka otak akan memerintahkan mulut untuk meminumnya dan pada saat mulut dan lidah meminumnya, mereka Selama bertahun-tahun banyak yang sudah mengenal kebenaran yang dinyatakan melalui empat metode, tetapi belum melaksanakan ini dalam keseimbangan yang tepat, memberi penekanan kepada satu area dan mengabaikan yang lain. Ketika kita menempatkan terlalu banyak fokus pada akal (hikmat), kita cenderung menuju kepada Gnostisisme, sementara terlalu banyak menekankan pada tradisi akan menyebabkan kita dibatasi oleh seremonialisme. Terlalu banyai mementingkan pengalaman sudah menuntun banyak orang untuk mencari tanda-tanda dari Tuhan, sehingga menghadapkan mereka kepada tipu muslihat dari Musuh.Tuhan sudah memberikan sistem pemeriksaan dan keseimbangan yang sangat baik kepada kita dengan menyingkapkan kebenaran melalui berbagai sarana. Firman-Nya adalah benar, dan itu adalah standar di mana kita harus mengukur semua pikiran, pengalaman dan tradisi. Ini adalah batu penjuru di mana kita dapat mengevaluasi segala sesuatu di dalam hidup kita. Tuhan menginginkan agar kita mengenal kebenaran dan hidup di dalamnya, menyatakannya di dalam pikiran kita, tindakan (pengalaman) dan tradisi yang kita lakukan. Kebenaran itu Penting, dan Tuhan sudah menyatakannya dengan jelas bahwa Dia menginginkan agar kita menyebarkan Firman!
3.   Berlaku sebagai pemenang
Sadarilah bahwa kamu dilahirkan ke dalam dunia dengan potensi yang besar untuk menjadi seorang pemenang dalam hidup. Kamu punya seperangkat perlengkapan hidup yang sangat hebat berupa pikiran, kehendak bebas dan hati nurani. Pergunakanlah secara optimal.Ingatlah selalu bahwa menjadi pemenang tidak berarti selalu menang, tapi tetap tenang ketika mengalami kegagalan dan tidak panik ketika mengalami kekalahan. Bagi seorang pemenang, kekalahan hanyalah sementara dan kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda. Pemenang dalam hidup adalah pribadi yang berani menghadapi kehidupan, tidak gentar menghadapi tantangan, tidak takut menghadapi kesulitan, tidak bergantung pada situasi, dan tidak dikalahkan oleh hal-hal negatif. Jadikan orang lain sebagai motivator, guru dan cermin yang baik. Belajarlah dari keberhasilan dan kegagalan mereka. Jangan sombong kalau kamu lebih hebat dalam beberapa bidang dibandingkan dengan orang lain, dan jangan berkecil hati kalau kamu tidak segelimang mereka dalam bidang lainnya. Beranilah mengambil risiko, karena banyak hal berharga dalam hidup ini yang harus diraih dengan keberanian. Kalau semua faktor sudah diperhitungkan, lakukanlah apapun yang dapat meningkatkan kualitas hidupmu. Berpikirlah sebagai seorang pemenang. Pikiran adalah potensi dan kekuatanmu yang bisa membangun dan merusak hidupmu tergantung bagaimana kamu mengarahkannya. Arahkanlah selalu pikiranmu untuk memikirkan hal-hal yang mulia, yang benar, yang adil, yang penting dan yang membahagiakan. Berkatalah sebagai seorang pemenang. Jadikan kata-kata positifmu sebagai alat untuk memperkat jiwamu, bukan untuk melemahkan. Lebih baik kamu berkata “Aku akan segera sembuh” daripada “Aku sudah bosan berobat tapi tidak ada hasil”. Atau, “Kalau hari ini aku tidak beruntung, masih ada hari esok” lebih baik daripada “Aku memang sedang sial hari ini!” Bersikaplah sebagai seorang pemenang. Seorang pemenang akan bersikap aktif dan tidak pasif, rajin dan tidak malas, ulet dan tidak mudah menyerah, jujur dan tidak bohong. Bila setiap hari kamu bertindak sebagai pemenang, kamu betul-betah melatih otot-otot jiwa menjdi otot seorang pemenang. Jangan biarkan jiwamu menjadi lemah sehingga kamu selalu mengalami kekalahan. Berusahalah terus untuk mengembangkan sifat-sifat seorang pemenang, seperti rendah hati, berani, berjiwa  besar, tekun, dsb. Hindari sifat-sifat pengecut seperti menyalahkan orang lain, egois, iri hati, sombong, mencari perhatian, dsb.
Perjalanan kerohanian orang Kristen tidak hanya oleh iman saja tetapi juga oleh hati nurani yang murni. Bagaimana kita memiliki hati nurani yang murni? Utamakanlah iman dalam Kristus lebih dari pada semuanya dan lakukanlah apa yang kita tahu dengan baik. Kekuatan kita hanya terdapat dalam firman Tuhan (lht Efs 6.2-7), ketika kita berjalan dengan Allah, Dia akan berbicara kepada kita melalui hati nurani kita. Tuhan pun tahu bagaimana cara agar kita menemukan kebutuhan jiwa kita, kebutuhan akan penghiburan dan kekautan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Mother Teresa berkata ”Pastikan bahwa engkau menginzinkan anugerah Allah bekerja dalam jiwamu dengan menerima apa saja yang Ia berikan dan merelakan apa saja yang Dia ambil darimu”