Tangga atau balatuk pada Ruma Gorga kalau diamati ada keunikannya dan juga ada makna yang tersimpan didalamnya. Keunikan itu dapat dikatakan tentang jumlahnya selalu ganjil, namun ada juga balatuknya yang jumlahnya genap namun rumah tersebut tidak biasa disebut rumah adat batak. Angka ganjil adalah angka yg diturunkan oleh nenek moyang Bangsa Batak.
Beberapa orang beranggapan bahwa setelah Allah
menciptakan dunia dan segala isinya, Ia menarik diri dan membiarkan ciptaan-Nya
berjalan sendiri begitu saja, seperti faham Deisme. Bahwa Ia tidak peduli lagi
dengan ciptaan-Nya. Ia lepas tangan. Benarkah Alkitab mengajarkan demikian?
Jawabannya adalah tidak. Sampai saat ini Allah masih memelihara ciptaan-Nya.
Allah, Pencipta Agung dari segala sesuatu, Ia juga yang memelihara, memimpin,
mengatur dan memerintah semua makhluk ciptaan, tindakan, dan benda-benda
ciptaan, mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil, dengan
kebijaksanaan-Nya yang paling bijak dan pemeliharaan-Nya yang kudus, sesuai
dengan pengetahuan yang tidak bisa salah dan kehendak-Nya yang bebas dan tidak
berubah, bagi kemuliaan hikmat-Nya, kuasa-Nya, keadilan-Nya, kebaikkan-Nya dan
kemurahan-Nya. Kalau langit dan bumi dan
segala isinya ini masih ada sampai sekarang, ini semua karena pemeliharaan
Allah terhadap ciptaan-Nya. II Petrus 3:7 mengatakan: "Tetapi oleh firman
itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api ..." Semuanya
itu dimungkinkan masih ada karena Allah menopangnya. Ibrani 1:3 menjelaskan
bahwa Kristus menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kuasa. Kata
"menopang" di sini tidaklah hanya sekedar menopang atau menyokong,
tetapi memiliki pemahaman yang aktif, dengan maksud kehendak-Nya Ia mengontrol
semuanya secara terus-menerus. Jadi Yesus secara aktif terlibat dalam karya
pemeliharaan (providensia). Hal serupa juga terdapat dalam Kolose 1:7 yang
mengatakan bahwa di dalam Dia segala sesuatu ada. Bagaimana dengan kehidupan
manusia di bumi ini? Apakah Allah masih memperhatikannya? Jawabnya adalah Ya.
Ada banyak ayat dalam Alkitab yang menjelaskan bahwa Ia mengatur kehidupan di
bumi ini. Mazmur 139:16 menjelaskan bahwa Allah melihat hari yang akan
dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.
Rick Warren di dalam bukunya ”The Purpose Driven
Life” mengatakan bahwa tujuan pertama hidup kita adalah untuk mendatangkan
kesukaan bagi Allah atau untuk menyenangkan hati Allah. Bagaimana caranya agar
kita dapat menyenangkan hati Allah? Dibelahan dunia manapun juga, seorang bapa
akan sangat senang hatinya jika anak-anaknya dapat mengasihi, percaya, setia
dan taat kepadanya. Kita adalah milik dan anak-Nya. Sejak awal manusia
diciptakan Allah, manusia mempunyai tugas dan tanggung jawab atas hidupnya. Yaitu”setia”
dalam perkara-perkara hidup yang dihadapi selama tinggal di dunia ini (Luk
16.10). Disini kita dapat lihat bahwa firma itu ingin mengatakan bahwa hidup
ini merupakan suatu ”PROSES”. Proses ini suatu pematangan sikap dan iman kita
untuk melakukan tanggung jawab dihadapanNya. Perumpaman Yesus pada Injil Lukas
menunjukkan bahwa ketika kesetiaan menjadi nomor satu dalam hidup manusia akan
menghasilkan harta yang sesungguhnya (Luk 16:11). Bagaimana manusia dapat
keluar dari lingkaran dosa sehingga bisa menikmati hidup yang kekal menerima
harta yang sesungguhnya? Jawabanya ”Setia” dalam iman percaya kepada Tuhan,
hanya melalui kesetiaan itulah menghantarkan kita mendapatkan status ”orang
benar” atau ”orang kudus” di mata Tuhan, yang disebut ciptaan baru (2 Kort
5.17) atau anak Allah(Yoh 1.12). Kesetiaan itu akan nyata ketika kita mengasihi
kebenaran dan membenci dosa. Kita memang masih dapat jatuh ke dalam dosa (fall
in sin), tetapi kita akan merasa gelisa ketik jatuh ke dalam dosa dan itu
membuat kita tidak tinggal berlama-lama di dalam dosa (live in sin).
Dengan dasar apa kita memiliki harta yang
sesungguhnya? Satu hal yang kita dapatkan dari Injil Lukas ini adalah ”Belajar
Kejujuran”. Pada zaman sekarang ini hal
”menghargai kejujuran” sangat langkah. Orang berlomba-lomba untuk menjadi tidak
jujur. Selain karena memang banyaknya orang besar yang tidak jujur, orang kecil
pun juga berlomba tidak jujur agar tidak mati kelaparan. Memang tidak mudah
untuk menjadi orang jujur, tetapi berlaku jujur harus menjadi bagian hidup
pengikut Kristus. Setiap pengikut Kristus akan mengalami proses pengudusan,
salah satunya adalah pengikisan kebiasaan yang suka berdusta. Kita sering
diperhadapahkan dengan pilihan, apakah akan berlaku jujur atau tidak? Tetapi
sebagai pengikut Kristus marilah kita berusaha untuk berlaku jujur. Ingatlah
Tuhan membenci lidah dusta dan menyediakan pertolongan bagi orang yang berlaku
jujur. ”Siapa yang berlaku jujur berarti
menjauhkan masalah dari hidupnya”. kita lupa Ingatseolah-olah lupa akan tanggung jawab untuk menjadi garam dunia
yang harus memberi rasa enak di hadapan Tuhan dan kita adalah terang dunia yang
menerangi kehidupan mereka yang gelap, yang hidup di dalam ketidak jujuran.
Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini (Roma 12.2). Ada sebuah ungkapan kata
bijak ” Makan sekerat roti dengan
kejujuran berharga daripada makan setumpuk daging dengan ketidakjujuran”. Amin
Adalah suatu hal yang tidak masuk akal sehat, jika Allah yang Maha kasih itu menciptakan manusia dengan seluruh dunia dan isinya agar mengalami penderitaan demi penderitaan. Sekalipun penderitaan karakter kita dapat terbentuk lebih baik, namun pastilah bukan itu rencana Allah ketika Ia memberikan pencobaan kepada setiap manusia yang dikasihiNya. Imanlah yang memberangkatkan kita untuk mendapatkan pertolongan Tuhan. Allah kadang membidik sesuatu yang tidak dapat kita lihat serta berulang-ulang meskipun kita berkata: ”Aku tidak kuat dan tidak tahan lagi”. Bahkan Allah seolah-olah tidak memperdulikan keluhan itu. Itulah cara Allah mendidik iman kita agar semakin hari semakin kuat kepadaNya dan hal ini menuntut ketekunan kita. Abraham menjalani pencobaan yang diperhadapkan untuk menentukan sikapnya berjalan menurut kehendak Tuhan(Kej 22.1). Betapa sedih perasaan seorang ayah jika anaknya sendiri yang akan menjadi korban atas tindakannya sendiri, di matanya sendiri. Inilah ketenangan Abraham menurut jalan dan keinginan Tuhan dalam hidupnya. Ia(Abraham) menenangkan dirinya karena tidak ada hal-hal yang buruk yang terjadi, percaya akan kasihNya. Ketika kita melihat dari bawah dengan mata jasmani kita apa yang sedang Tuhan kerjakan, maka semuanya mungkin kelihatan sangat buruk dan merugikan. Kita akan protes, ”Tidak Tuhan. Aku tidak suka”.
Biasanya kita cendrung melihat masalah hanya dari sisi negatifnya saja. Bahkan tidak jarang oleh karena cara pandang seperti itu, orang menjadi stress. Jika demikian, maka dia tidak akan bisa melihat sesuatu yang berguna di balik masalah yang kita alami. Lebih jauh kita juga tidak bisa melihat jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Sebenarnya Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah adalah untuk kepentingan kita sendiri, yaitu agar kita terlatih secara iman dan mental. Jika sudah demikian, maka kita akan menjadi ”Pejuang” yang gigih, yang pada akhirnya akan menjadikan kita sebagai pemenang dan mendapatkan berkatNya sebab Ia adalah Tuhan yang hidup dan yang selalu menentukan waktu untuk menolong umatNya (1 Kort 10.13). Kitab Mazmur menyatakan dengan jelas dan bersemangat walaupun penderitaan menghantarkannya kepada posisi yang sangat mengkhwatirkan hidupnya, namun ia dengan semangat yang kuat mampu mengatakan dalam hidupnya”Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia”!(Mzm 69:4) Tuhan menentukan waktu yang tepat untuk menolong umatNya, ia tidak pernah terlambat mengambil tindakan penyelamatan bagi kita.
Selama kita hidup di jalan Tuhan, semuanya ada di dalam rencanaNya yang indah. Entah mendung apa yang menimpa anda saat ini, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanmu dan di balik mendung itu ada hujan berkat. Kadangkala Tuhan ingin membuka mata rohani kita untuk tetap bersandar dan percaya kepadaNya sekalipun kesulitan datang menimpa.Setelah semua itu bisa kita lalui dengan penuh kemenangan, maka Ia akan menghujani kita dengan berkatNya yang melimpah. Tuhan tahu persis kapan kita memerlukan uluran tanganNya dan kapan Ia harus menyatakan kasihNya yang ajaib untuk mengangkat dan memberi kelepasan kepada kita.Biarlah kita tetap memilih hidup seturut dengan kehendak Allah karena iman menuntut suatu pilihan dan mendapatkan pertolongan Tuhan (Ibrani 11.26), mengikut Tuhan adalah suatu pilihan yang sadar. Kita dapat membuat perubahan asal kita tidak menyerah pada keadaan dan percaya bahwa Tuhan yang menyertai kita. Pertolongan Tuhan adalah kekuatan bagi kita semua. Selamat menantikan pertolongan Tuhan!!!! Amin
Turpuk on, i ma
udut ni umpama ni Tuhan Jesus taringot tu ”juara bagas na geduk”, ayat 10-13 i
ma hahonaan ni umpama i. Marhite turpuk umpama i dipatuduhon etika kerja ni
juara bagas na geduk, ndang haposan ibana di ulaon na jinalona ala
dipansuasaehon na sahat tu ibana, ndang diramoti, ndang dipaganda, alani
tarhirim do nampuna ugasan i. Bisuk do juara bagas i manigor disarihon ibana
masa depan na. Dijou ma angka parutang laho mambuat rohana, diorui ma utangna,
ai tuanna i do na rugi disi alai ianggo ibana mangomo. Diturpuk on ndang hea
ditolopi Tuhan Jesus pambahenan ni juarabagas na geduk (korupsi). Alani na
nidok di ayat 10-12, molo so haposan hita di ulaon, ngolu dohot arta na tajalo
saonari Tuhan i, ndang lehononna tu hita arta na manontong i. Gari di na otik
ndang haposan lam di na balga ma? Adong
do halak na holan maranganagan sambing ndang diula hape naeng do disangkapi
gabe mamora, hape so mardongan pambahenan. Na uli do anggo sumangkapi angka na
denggan tu masa depan, alai ingkon mardongan pambahenan do i asa marhataridaan.
Unang ma alani na manghudus asa gabe halak na mora, na sangap jala na
berpengaruh. Lapatan ni i sude adong do ruhutruhut (norma-norma) siingoton jala
siulahonon. Molo sai gurbak mangulaulaonna na so margira tu dia, jala tung
marpaima do hapogoson gabe jambar ni sigurbak ulu (ptds Parjamita 10.18). Taulahon
ma na tau pasonang rohanta dohot pasonang Tuhan i.
2.Manghamauliatehon silehonlehon ni Debata
”Angkup ni molo dilehon Debata tu manang ise jolma
hamoraon dohot sinamot, diloas huhut ibana mangan dohot mambuat jambarna sian i
huhut marlas ni roha di ulaonna, silehonlehon ni Debata do i.Ai ndang sadia
dipaingotingot rohana angka ari ni ngoluna, ala naung nialusan ni Debata ibana
marhite sian las ni rohana i”.(Parjamita 5.18) Diparhatopot Raja
Salomo do di sandok ngoluna, ai na adong di ibana saluhutna do i marharoroan
sian Debata. Hasangapon, arta ro di saluhut sinamot nang huaso (juarabagas) na
adong di ibana ro di sude habisuhon pe saluhut do i marharoroan jala
silehonlehon ni Debata do. Didok do diturpuk on diayat 16:11 Asa molo so haposan hamu mangaradoti Mammon
na geduk i, ise ma antong pasahathon tu hamu arta na tutu i? Sude
silehonlehon na sahat tu hita, unang tahaginjanghon alai bahen sangap goar ni
Tuhan i na taulahon silehonlehonNa.Dibahen
i nang hita pe tama do marhatopoton dohot manghamauliatehon saluhut asi ni roha
ni Debata na sahat tu hita.
3.Ndang haoloan sada anak somang dua induk
Induk ima songon
pangarajai, ndang haoloan sada halak anak somang molo dua halak pangarajai. Tuk
ma holan sahalak pangarajai anak somang asa denggan pangoloionna. Ndang adong
pilihan di anak somang i ise oloanna manang ise tulakhonna. Mammon i ma huaso
ni portibion na sai mangarajai jolma, ala marhuaso do mammon mangarajai jolma.
Hape mammon i ima jadijadian ni jolma dipangke laho mangurupi jolma i mangolu. Anggo angka na porsea tung marhaposan do ibana tu Debata. Debata do
mangarajai jolma Didok di Psalm 63:8 “Ai
Ho do manjadi pangurupion di ahu, jala tarbahen ahu marolopolop di linggom ni
angka habongmu”. Debata do mangalehon mammon i tu jolma, alai boi do gabe
rumingkot ni turpuk on, so tung gabe mammon i mangarajai manang dihobasi jolma i.
Ndang haoloan ni jolma Debata rap dohot mammon. Hasatiaan tu Debata
manjalo upa sahat tu ujungna, alai satia tu portibion manjalo upa di portibi
on.
4.Usul tu thema
·Marhaposan tu Debata ma hita, unang marpangunsadean tu
pingkiranmu sandiri, sai haposi Debatam
·Bulus ma mulaulaon, asa na niomona be dihangoluhon(1 Tes
3.12)
·Bolongkon hagiot ni portibion, solukhon parange na
denggan (Kol 3.1-5)
Banyak keluarga yang hancur akibat dari tidak menempatkan diri dalam posisi yang sebenarnya sehingga terjadi mis-komunikasi dalam satu rumah tangga. Hal ini juga dialami keluarga Kristen hingga ada yang berakibat berantakan karena suami maupun istri tidak mengerti fungsi mereka masing-masing sebagai seorang istri atau istri Kristen. Petrus mengatakan pada suratnya dengan jelas memaparkan tugas dan tanggung jawab sebagai istri-suami sebagai keluarga Kristiani dimana dikatakan 1 Petr 3:1-2 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. Dan sebagai seorang suami juga dikatakan dengan jelas "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang" (aya 7). Kebanyakan keluarga Kristen tidak lagi meletakkan firman Tuhan sebagai dasar yang kokoh bagi keutuhan keluarga mereka.
A. Beberapa model keluarga pada zaman sekarang
Sebelum kita melihat apa fungsi seorang pria sebagai imam di dalam kelauarganya, mari kita lihat terlebih dahulu beberapa model "kedudukan"pemerintahan yang ada di dalam keluarga Kristen dewasa ini.
Model garis lurus yaitu: model ini menyatakan suatu urutan otoritas dengan garis lurus; Otoritas tertinggi berada di tangan suami; otoritas kedua yang ada di bawah suami adalah istri; Istri mempunyai otoritas terhadap anak-anak, model ini biasanya terdapat pada keluarga di mana sang suami adalah orang yang super sibuk sehingga tanggungjawab pengurusan anak dilimpahkan sepenuhnya kepada istri.
Model persamaan hak dimana model ini menyatakan bahwa suami dan istri mempunyai kedudukan yang sama otoritasnya. Otoritas yang tertinggi berada di tangan suami dan istri. Anak-anak diurusi oleh siapa saja yang sempat dan model ini biasanya terdapat pada keluarga yang suami maupun istri sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing.
Model penguasa tunggal; model ini menyatakan di mana suami mempunyai kedudukn dan otoritas tertinggi atas istri dan anak. Kedudukan istri tidak mempunyai otoritas apapun terhadap anak-anak. Ini terjadi bila seorang suami dikenal dengan sikap diktator, tidak ada yang boleh menentangnya, tidak anak tidak istri
Model bertukar peran; di mana istri menggantikan perananan suami dengan memengang otoritas tertinggi atas suami dan anak. Suami kurang berperan tidak mempunyai otoritas apapun dan bahkan mengurusi rumah tangga, istri menjadi pencari nafkah.
Model Izebel, istri yang memang seluruh kendali atas suami, anak dan seisi rumah suami hanya tunduk kepada perintah istri demikian juga anak-anaknya. Ini biasa terjadi pada wanita karier yang lebih sukses dibandingkan suaminya.
Model Yang Benar
Model keluarga Kristen, suami adalah kepala keluarga yang mempunyai otoritas terhadap istri dan anak-anaknya (Kej 3.16; 1 Tim 3.12; 1 Kort 11.3), istri mewakili suami sebagaimana Kristus mewakili Allah dan suami mewakili Kristus. Suami juga bertanggungjawab atas anak-anaknya (Kol 3.21; Efs 6.4) istri mempunyai otoritas terhadap anak-anaknya sebagai seorang ibu ( Efs 6.1-20 dan model ini adalah model keluarga Kristen yang dikehendaki Tuhan.
B. Peranan Suami Sebagai Imam dalam keluarga
Ada 3 fungsi utama seorang imam, yaitu;
Mempersembahkan korban, korban yang dipersembahkan seorang imam adalah untuk dirinya sendiri dan seluruh jemaat, korban yang dipersembahkan untuk menguduskan dirinya dan seluruh jemaat. Di dalam lingkungan keluar, peranan seorang suami sebagai seorang imam dalam atau bagi keluarganya adalah menjaga kekudusan dirinya sendiri dan anak-anaknya
Menaikkan doa syafaat. Tugas seorang imam menaikkan doa syafaat kepada Tuhan untuk kepentingan umat Tuhan atau dikatakan bahwa ia menjadi penengah antara Tuhan dan umatNya dan juga penengah antara iblis dan anak-anakNya. Suami Kristen juga menjadi pendoa syafaat atau penengah bagi istri dan anak-anaknya.
Memberkati. Dimana suami Kristen harus memberkati umat Tuhan, demikian juga suami Kristen wajib memberkati dan menjadi berkat bagi keluarganya dengan cara melayani istri dan anak-anaknya dalam hal berkat materi dan berkat jiwani dan berkat batiniah bagi istri.
Sabindu do surat 2 Johanes on, mura antusan isina. Ay 1-3
marrumang patujolo na pasahathon tabe ni panurat; ayat 4-6 isi manang impola ni
surat 2 Johanes; ayat 7-10 marrumang panutup na pasahathon sibingkasi ni
panurat manurathon surat on. Marhite pandohan ”Ai” di ayat 7, dipatuduhon na
mangonjar panurat pasahathon surat on. Adong do 2(dua) parsoalaan na masa
tingki i, i ma na parjolo, na sai tongtong ro angka pangajari pargapgap na
naeng mangale halak Kristen asa mandoa sian Hata ni Debata . Poda na sintong i,
i ma na pabotohon na manulak nasida di pandohan na Kristus songon Debata jala
jolma (ptds tu ayat 7, ”ai nunga borhat torop siulahon sipaotooto tu portibi
on”). Na paduahon, tung i ma borat na na niadopan ni angka halak Kristen uju i
siala ni boi do ro sian bagas nasida sandiri i ma na lam moru parsitutuon ni
angka ianakhon manang ruas ni huria i mangihuthon hasisintong poda manang Patik
na sian Debata.
II. Hatorangan;
Pangajarion hasisintong marhite
hata ni Debata.
dipatuduhon panurat on las ni rohana tu sada ina na manjalo surat on. Las
rohana ala dipodahon patik na jinalona (holong) ditongatonga ni keluargana.
Dihangoluhon keluarga ni ina ma patik i marhite poda dohot tiruan na denggan
sian inana. Jumpang di ianakhonna parange hasintongan hombar tu patik na
jinalona sian Ama i.Dipatuduhon ina i bukti ni holongNa tu Debata marhite na
manghaholongi keluargana. Marhite podana i diargahon basabasa ni Debata na
jinalona, i ma ianakhonna. Mangaradoti keluarga, ianakhon asa gab keluarga na
unduk tu Debata, i do tugas pemberitaan Injil. Molo masihaholongan
ianakhon(kelurga) i ma patuduhon na tahangoluhon Hata ni Debata. Parbaritaon na
denggan i ingkon di bonai do sian dirinta sandiri, keluarga, dung pe i asa tu
luar ni bagasnta. Ido na ni dok si Paulus di I Kort 9:27 “Hupukpuhi do dagingku jala hupatunduk, asa unang angka na asing
hujamitai, hape ahu gabe bolong”.Adong do keluarga dohot
sitangianghononta, ido tohonanta na parjolo laho mangajarhon marhite hata ni
Debata.
Mangulahon hasintongan Hata ni
Debata
Molo nunga tangkas be dasor manang ojahan ni parpunguan I marhitehite
hasisintong hata ni Debata tarlumobi keluarga ni halak Kristen, ndang muramura
be dielaela pangajarion na ro manang sian dia pe. Halak na sai mian huhut
mangulahon hasintongan hata ni Debata ndang dipaila ngoluna, alai dipatimbo
Debata do, ido na didok 5 Musa 4.1 4:1
”Nuaeng pe, ale Israel, sai tangihon ma aturan dohot uhum, angka na hupodahon
tu hamu, sibahenonmuna, asa mangolu hamu jala masuk hamu tu tano siteanonmuna
i, na nilehon ni Jahowa, Debata ni ompumuna i tu hamu”.HataNa i do na
gabe ”kompas” dingolunta on songon na ni dok ni Apostel Jakobus “Haporseaon i pe songon i do: Anggo so adong
pangulaonna, naung mate do hadirionna” (Jak 2.17).
Asa unang mate
didok haporseaon I ingkon do sahat tu na mangulahonsa
III. Aha ma ondolan jala na
boi idaonta sian turpuk on:
1.Hombar tu topik
ni minggunta di Minggu XXIII dung Trinitatis ”Mangajarhon Hata ni Debata tu
Pinompar”, tontu diingil do hita sude ruas ni huria i asa mangharingkothon
ulaon on di ganup ngolunta dohot bagasnta be. Songon na didok ni Martin Luther,
mangajari angka ianakhon dos do songon na mangisi anggur tu sada drum na sian
hau i, sai na boi do suda anggur i alai molo angur ni anggur i sai na lohot do
di drum i. Molo nunga diboto dakdanak i hata ni Debata, di boto ma holong ni
roha, diboto ma mangulahon na denggan, ndada holan natorasna na boi menikmati i
alai godang halak manang di dia pe dakdanak i muse dungkon balga ibana.
2.Mangaradoti
dohot mangajarhon Patik ni Debata i ma tanggungjawab moral dohot tanggungjawab
haporseaon di ganup halak. Siala dijou jala dipillit Debata do ganup jolma i
asa mangulahon angka lomo ni roha ni Debata ima songon bangso marhite Patik na jinalo
na si Musa di dolok Sinai, asa dijou jala satia nasida laho mangulahonsa.
3.”Holong” i do
hata na popular di panandaon ni halak molo ditaringoti hakristenon. Molo dibege
parugamo na asing hata “Kristen”, mamintor tarsunggul rohana tu hata “holong”. Pandohan”huhaholongi”
dikaithon tu pandohan mananda ”hasintongan”. Na mansiarainrainan do pandohan
on: ”Kewajiban do tu saluhut na mananda hasintongan laho manghaholongi”. Jala
halak parroha holong i do na mananda hasintonga. Amen
Ada filsafat
buah yang merefleksikan kehidupan seperti ini: Jadilah jagung, jangan jambu
monyet, jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan
bijinya yang cuma satu-satunya. Jangan pamer, kecuali lagi pameran. Jadilah
pohon pisang, pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati. Kesetiaan
dalam pernikahan. Jadilah duren, jangan kedondong walaupun luarnya penuh kulit
yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis, beda dengan kedondong, luarnya
mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri. Jadilah
bengkoang walaupun hidupnya dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih
bersih. Jagalah hati jangan kita dinodai meskipun mainnya di tempat sampah.
Jadilah padi makin berisi, makin merunduk. Tapi awas ada wereng. Jadilah pohon
kelapa sudah terkenal dengan serba gunanya, tidak bisa dimanipulasi(tidak dapat
dicangkok); Jadilah tandan Pete, bukan tandan rambutan. Tandan Pete membagi
makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, ngak seperti rambutan ada
yang kecil ada yang besar. Jadilah cabe makin tua makin pedas, makin tua makin
bijaksana. Jadilah buah manggis bisa ditebak isinya dari bokong buahnya,
maksudnya jangan munafik. Jadilah buah nangka, selain buahnya, nangka memberi
getah kepada penjual atau yang memakannya, artinya berilah kesan kepada semua
orang(tentunya yang baik).
Sejarah menjadi unsur hakiki
seorang manusia. Hidup manusia bukanlah serupa batu di ruangan hampa, dalam
arti senantiasa sama sejak awal sampai akhir, melainkan berbuah dengan kata
dalam pengembangan hidup manusia pada umunnya tidak disediakan jalan pintas.
Dengan kata lain panggilan hidup manusia menuntut sepenuhnya tanggung jawab
dari setiap peribadi. ”Hanya ada dua tragedi dalam kehidupan ini; orang uang
tidak mendapatkan apa yang diinginkan dan orang yang mendapatkannya”.
Memiliki
hikmat dan kebijaksanaan kepada Ayub(28.1-12) menjadi kesadaran baru tentang
persekutuan dengan Allah. Persekutuan dengan Allah yang bukan tradisi agama
seperti yang dipertahankan oleh sahabat-sahabat Ayub, melainkan persekutuan
yang hidup, dengan Allah yang hidup. Allah yang menyatakan dirinya lewat topan
membuat Ayub lebih mengenal dan menikmati persekutuannya dengan Allah yang
memberi makna dalam hidup ini. Orang berhikmat itu adalah orang yang memiliki
pengetahuan yang memungkinkan orang itu mengenal Yang Mahakudus (Ams 30.3).
Sehingga, orang yang berhikmat akan mampu melihat perbuatan-perbuatan Tuhan
yang besar dalam setiap perjalanan hidup ditengah-tengah realitas dunia ini. Orang yang bijak selalu memberikan
pengaruh yang positif. Oleh karena itu, seseorang yang berhikmat
berjerih payah untuk melakukan kebenaran, yang berkenan bagi Tuhan, serta
menghindari jalan yang menyesesatkan. Pengalaman hidup yang berjalan bersama
Tuhan adalah pengalaman hidup yang tidak ternilai harganya, oleh sebab itu
marilah melangkah dengan tuntunan dan ajaran serta tanggung jawab hidup yang
besar kepada Tuhan.
Begitu banyak pergumulan
hidup sedang dialami oleh manusia. Di saat ini kita juga diperhadapkan persoalan
hidup/persaingan yang semakin hari semakin menghantarkan kita pada posisi untuk
memilih ikut Tuhan atau ikut dengan dunia. Pada bulan ini juga disugguhkan
dengan ancaman alam yang tidak bersahabat dengan kita, seakan-akan kemarahannya
menunjukkan bahwa keserakahan selama ini djawab oleh alam disekitar kita. Banjir
bandang yang memakan korban jiwa dan material terjadi di beberapa daerah
terjadi. Ibu kota Jakarta dihantui dengan air yang meluap beberapa meter membuat
seluruh fasilitas yang kita miliki menjadi hancur di terjang oleh ke egoisan, keserakan
manusia hanya menunjukkan gaya hidup yang lebih tren. Keganasan gunung merapi
terjadi di Yogyakarta memakan korban jiwa dan harta benda penduduk sekitarnya, gempa
bumi disertai tsunami yang meluluh lantahkan kepulaan Mentawai di pada hari senin
kemarin juga menghancurkan seluruh kehidupan penduduknya. Dimana Kasih Tuhan
yang disuarakan dalam firman Tuhan seolah-olah tidak mampu menjawab pergumulan
itu. Ini dapat kita lihat begitu banyak manusia yang stress, apatis, pesimis
atau tidak memiliki pengharapan akan kasih Tuhan. Berdasarkan hasil survei
lembaga polling The Gallup Organization, dalam sepuluh tahun terakhir ini,
kepercayaan terhadap paranormal, ”orang pandai” dukun dan kekuatan supranatural
di ”negeri paman sam” atau Amerika mengalami peningkatan yang cukup pesat. Kini
benarlah apa yang dikatakan Alkitab bahwa akan tiba waktuknya di mana manusia
akan memalingkan telingnya dari kebenaran dan membukanya untuk hal-hal yang
sesuai dengan keinginan mereka atau dengan kata lain ”Kepercayaan terhadap iblis semakin meningkat”. Kebenaran
akan kasih dan kekuatan yang bersumber dari Tuhan seakan-akan tidak berpengaruh
lagi kehidupan iman orang percaya kepadaNya. Ibadah dan persembahan dilakukan
sebatas rutinitas yang tidak berpengaruh untuk mengerti dan menghantarkan
kepada kita menuju kemenangan yang sejati (lih Hes 33.12). Kita takut mengalami
penderitaan, walaupun dengan jelas dikatakan oleh Paulus kepada Timoteus ”Ikutlah
menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus”. (2 Tim 2.3).
Rasul Yakobus
yang menulis suratnya kepada para Jemaat untuk meneguhkan mereka yang mengalami
penderitaan dan persoalan demi persoalan. Ia tidak menampik bahwa persoalan
tidak ada di dalam jemaat, ia tahu sebagai murid Yesus bahwa persoalan bahkan
akrab dengan orang Kristen. Ia melihat dengan mata sendiri bagaimana Yesus
dianiaya, ia juga melihat bagaimana jemaat mula-mula di aniaya. Ia
tahu menjadi seorang Kristen dan percaya Yesus akan sangat akrab dengan
penderitaan.
Namun ia sadari betul sebetulnya setiap manusia pasti akan mengalami
penderitaan. Untuk itu ia mengatakan barangsiapa yang menderita maka baiklah
mereka bertekun karena orang seperti inilah yang berbahagia.
“..Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah
bertekun ..” Yakobus mengambil contoh Ayub yang selama beberapa tahun
menderita. Keluarga mati, istri meninggalkannya dan sekujur tubuhnya penuh
penyakit. Namun Ayub tetap bertekun. Meski dalam penderitaannya yang hebat ia
terus bertekun dan mencari Tuhan akhirnya Tuhan menyembuhkannya dan
mengembalikan keluarganya.
Betapa banyak orang Kristen
seringkali merajuk dan ngambek dengan tidak lagi mau melayani karena persoalan
atau musibah datang. Mereka mundur dan apatis. Tidak lagi mau
memikirkan pelayanan Tuhan apalagi mengambil bagian dalam pelayanan. Mereka
minta cuti dan kalau bisa cuti panjang. Katanya istirahat dulu, tapi
dalam hati tidak akan lagi melayani. Untung saja Tuhan baik dan tidak
membiarkan jantung mereka cuti juga berdenyut. Sungguh Tuhan maha pengasih dan
sangat penyayang sehingga DIA membiarkan umatNya yang mengalami persoalan itu
bisa duduk dan berbaring sambil merenungkan masalah yang dialami dan mengambil
hikmah dari sana. Oleh karena itu ada bagaimana kita sebagai umat Tuhan untuk
menpertahanlan iman pada zaman yang serba cangih ini?
1.Kuat
dan tetap bersekutu dengan Tuhan.
Waktu adalah
salah satu pemberian Tuhan yang paling berharga, tak dapat diulang, dan harus dimanfaatkan
sebaik-baiknya. Namun, tidak ada waktu terbaik bagi Anda selaku orang percaya,
selain waktu yang dipakai untuk bersekutu dengan Allah. Bagaimana caranya? Pilihlah waktu dan tempat yang tepat untuk
bersekutu dengan Allah. Putuskan juga berapa lamanya. Hubungan
yang baik dengan Allah tidak dapat diperoleh tanpa pernah menyediakan waktu
secara konsisten. Bersiaplah juga untuk menyediakan waktu lebih bila Allah
ingin berbicara lebih banyak dengan Anda.
Diamlah dan nantikanlah Dia. Seringkali orang percaya
menghabiskan waktu doanya hanya untuk berkeluh-kesah dan meminta sesuatu. Jarang
sekali mereka mau mendengarkan ketika Tuhan hendak berbicara. Berilah waktu
untuk Tuhan berbicara, menyatakan isi hati-Nya, berfirman, memberikan
janji-Nya, termasuk memberi penghiburan dan kekuatan di saat Anda lemah.“Diamlah dan
ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa,
ditinggikan di bumi!” (Mzm. 46:11).
2.Lakukan kebenaran
Alkitab memberikan alasan yang sangat kuat bagi setiap
orang percaya untuk menyatakan kebenaran. Salah satu alasan itu ialah karena
semua orang percaya adalah anggota dari satu tubuh. Satu tubuh dapat hidup
dengan aman, hanya jika panca indra dan syaraf mampu menyampaikan informasi
yang benar kepada otak. Jika informasi yang disampaikan salah, misalnya indra
perasa, yaitu kulit menginformasikan bahwa air yang disentuhnya dingin dan
dapat diminum, pada hal sesungguhnyaair tersebut panas, maka otak akan
memerintahkan mulut untuk meminumnya dan pada saat mulut dan lidah meminumnya,
mereka Selama bertahun-tahun banyak yang sudah
mengenal kebenaran yang dinyatakan melalui empat metode, tetapi belum
melaksanakan ini dalam keseimbangan yang tepat, memberi penekanan kepada satu
area dan mengabaikan yang lain. Ketika kita menempatkan terlalu banyak fokus
pada akal (hikmat), kita cenderung menuju kepada Gnostisisme, sementara terlalu
banyak menekankan pada tradisi akan menyebabkan kita dibatasi oleh
seremonialisme. Terlalu banyai mementingkan pengalaman sudah menuntun banyak
orang untuk mencari tanda-tanda dari Tuhan, sehingga menghadapkan mereka kepada
tipu muslihat dari Musuh.Tuhan sudah memberikan sistem pemeriksaan dan
keseimbangan yang sangat baik kepada kita dengan menyingkapkan kebenaran
melalui berbagai sarana. Firman-Nya adalah benar,
dan itu adalah standar di mana kita harus mengukur semua pikiran, pengalaman
dan tradisi. Ini adalah batu penjuru di mana kita dapat mengevaluasi segala
sesuatu di dalam hidup kita. Tuhan menginginkan agar kita mengenal kebenaran
dan hidup di dalamnya, menyatakannya di dalam pikiran kita, tindakan
(pengalaman) dan tradisi yang kita lakukan. Kebenaran itu Penting, dan Tuhan
sudah menyatakannya dengan jelas bahwa Dia menginginkan agar kita menyebarkan
Firman!
3.Berlaku sebagai pemenang
Sadarilah
bahwa kamu dilahirkan ke dalam dunia dengan potensi yang besar untuk menjadi
seorang pemenang dalam hidup. Kamu punya seperangkat perlengkapan hidup yang
sangat hebat berupa pikiran, kehendak bebas dan hati nurani. Pergunakanlah
secara optimal.Ingatlah selalu bahwa menjadi pemenang tidak berarti selalu
menang, tapi tetap tenang ketika mengalami kegagalan dan tidak panik ketika
mengalami kekalahan. Bagi seorang pemenang, kekalahan hanyalah sementara dan
kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda. Pemenang dalam hidup adalah
pribadi yang berani menghadapi kehidupan, tidak gentar menghadapi tantangan,
tidak takut menghadapi kesulitan, tidak bergantung pada situasi, dan tidak
dikalahkan oleh hal-hal negatif. Jadikan orang lain sebagai motivator, guru dan cermin yang
baik. Belajarlah dari keberhasilan dan kegagalan mereka. Jangan sombong kalau
kamu lebih hebat dalam beberapa bidang dibandingkan dengan orang lain, dan
jangan berkecil hati kalau kamu tidak segelimang mereka dalam bidang lainnya. Beranilah
mengambil risiko, karena banyak hal berharga dalam hidup ini yang harus diraih
dengan keberanian. Kalau semua faktor sudah diperhitungkan,
lakukanlah apapun yang dapat meningkatkan kualitas hidupmu. Berpikirlah sebagai
seorang pemenang. Pikiran adalah potensi dan kekuatanmu yang bisa membangun dan
merusak hidupmu tergantung bagaimana kamu mengarahkannya. Arahkanlah selalu
pikiranmu untuk memikirkan hal-hal yang mulia, yang benar, yang adil, yang
penting dan yang membahagiakan. Berkatalah sebagai seorang pemenang. Jadikan
kata-kata positifmu sebagai alat untuk memperkat jiwamu, bukan untuk
melemahkan. Lebih baik kamu berkata “Aku akan segera sembuh” daripada “Aku
sudah bosan berobat tapi tidak ada hasil”. Atau, “Kalau hari ini aku tidak
beruntung, masih ada hari esok” lebih baik daripada “Aku memang sedang sial
hari ini!” Bersikaplah sebagai seorang pemenang. Seorang pemenang akan bersikap
aktif dan tidak pasif, rajin dan tidak malas, ulet dan tidak mudah menyerah,
jujur dan tidak bohong. Bila setiap hari kamu bertindak sebagai pemenang, kamu
betul-betah melatih otot-otot jiwa menjdi otot seorang pemenang. Jangan biarkan
jiwamu menjadi lemah sehingga kamu selalu mengalami kekalahan. Berusahalah
terus untuk mengembangkan sifat-sifat seorang pemenang, seperti rendah hati,
berani, berjiwa besar, tekun, dsb. Hindari sifat-sifat pengecut seperti
menyalahkan orang lain, egois, iri hati, sombong, mencari perhatian, dsb.
Perjalanan kerohanian orang
Kristen tidak hanya oleh iman saja tetapi juga oleh hati nurani yang murni. Bagaimana
kita memiliki hati nurani yang murni? Utamakanlah iman dalam Kristus lebih dari
pada semuanya dan lakukanlah apa yang kita tahu dengan baik. Kekuatan kita
hanya terdapat dalam firman Tuhan (lht Efs 6.2-7), ketika kita berjalan dengan
Allah, Dia akan berbicara kepada kita melalui hati nurani kita. Tuhan pun tahu
bagaimana cara agar kita menemukan kebutuhan jiwa kita, kebutuhan akan
penghiburan dan kekautan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Mother Teresa
berkata ”Pastikan bahwa engkau
menginzinkan anugerah Allah bekerja dalam jiwamu dengan menerima apa saja yang
Ia berikan dan merelakan apa saja yang Dia ambil darimu”