Selasa, 24 Januari 2012

Mendengar Tuhan

Tiga tokoh yang kita lihat dari nats kita; Eli yang sudah tua, Samuel yang masih Muda dan suara Tuhan yang memanggil Samuel.  Eli yang sudah tua dan rabun, tetap setia dalam membimbing Samuel bagaimana ia mendidiknya supaya mengantikannya kelak. Kepekaan Samuel atas situasi membuatnya semakin memahami apa yang akan ia lakukan kelak sebagai pelayan dalam Bait Allah. Dan suara yang menguatkan penyertaaan Tuhan walaupun ia masih muda ditempatkan pada pelayanan yang akan diembannya di kemudian hari.

Kita hidup di dunia ini diperhadapkan pada berbagai suasana yang kadang kala membingungkan. Banyaknya suara yang menyuarakan kedamaian, cinta kasih dan kemudahan-kemudahan yang tidak jelas arahnya kemana tujuannya. Ada begitu banyak suara-suara yang sering membuat kehidupan manusia itu tidak mampu membedakan mana suara Tuhan dan mana suara dunia ini. Dalam situasi kehidupan sekarang banyak hal-hal yang memperdengarkan sesuatu kepada kita, menggoda kita untuk bertindak. Suaranya sangat manis tanpa kita sadari justru menghasut hasrat dan keinginan kita. Perlu kehati-hatian dalam memaknai suara-suara yang datang dari dunia karena tidak selalu berbuah kebaikan.

Seorang hamba yang baik tidak mementingkan kebutuhan dirinya sendirinya. Ia sadar akan tugasnya dan siap melaksanakan apa yang hendak diperintahkan oleh tuannya. Demikian juga sebaliknya bahwa seorang tuan yang baik juga memperhatikan kenyamanan hambanya. Tidak egois tetapi memperlakukan hambanya sebagai manusia sama seperti dirinya.

Nats (1 Sam 3.1-10) kita kali ini menceritakan bagaimana posisi Samuel yang diganggu oleh suara Tuhan, yang pada awalnya ia tidak mengetahui bahwa itu adalah suara Tuhan. Namun walaupun demikian, ia tetap siap-sedia menjawab akan suara itu, ini boleh kita lihat dari pernyataannya, pada ayat terakhir ”Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar”(ay 10). Pada awalnya kehadiran suara itu tidaklah dimengerti olehnya, ia hanya berfokus pada Eli ”Ya bapa, bukankah bapa memanggil aku?”(ay 5).

Hawa jatuh kedalam dosa karena ia lebih mendengar iblis. Adam ikut terlibat dalam dosa tersebut karena mendengar perkataan Hawa. Mendengarkan manusia tidak selalu mendatangkan kebenaran. Manusia sering memperdengarkan kesesatan, tetapi Tuhan memperdengarkan keselamatan. Mendengarkan manusia menghadirkan keletihan dan rasa palsu, tetapi dengan mendengar Tuhan akan mendatangkan kelegahan. Kemanakah pendengaran kita arahkan?Menghambakan pendengaran terhadap idiologi, paham, budaya yang didengungkan, atau sebaliknya kepada Tuhan. Mendengar kepada Tuhan adalah solusi mengatasi seluruh persoalaan hidup, usaha menata keseimbangan dan tindakan manjaga harmoni. Amin  

Pertobatan Buah KasihNya

Dari nats Markus 1.4-11 kali ini adalah dua topik yang dibahas pada minggu I setelah Epipahanis kali ini, salah satunya ialah; Ajaran dan khotbah Yohanes Pembaptis yang menyatakan untuk melakukan ”Pertobatan” (Mrk 1.4), dan yang kedua; ”kepadaMulah Aku berkenan” (Mrk 1.11). Dari kedua topik ini kita mengawali kehidupan pada tahun 2012 ini dengan memahami bahwa buah dari Kasih Tuhan yang mengantarkan kita untuk menjalani kehidupan yang belum tauh apa yang akan kita hadapi pada tahun 2012. Namun walaupun itu masih dalam tahap untuk menjalani tahun 2012, namun ada yang akan kita lakukan yaitu; melihat kebaikan Tuhan yang kita rasakan pada tahun 2011 dan kekuatan Tuhan menentukkan langkah kita bagi anak-anakNya. Apa saja yang boleh dipertontongkan hidup bertobat dan bagi orang dikasihi Tuhan?
v  Hidup dalam kesalehan
Kadang masalah kesalehan atau ketaatan menjadi ”barang asing” bagi sebagian orang Kristen. Ada berbagai alasan yang diajukan untuk tidak taat, misalnya, ”yang penting kan hatinya.” atau alasan lain, ”Saya tidak mau terjebak sehingga kembali ke PL, hidup di bawah hukum.” Tentu saja ini alasan yang mengada-ada. Bukankah orang yang sungguh-sungguhg percaya dan menerima Yesus di dalam hatinya akan nampak dari hidupnya saleh atau taat? Kesalehan perlu sejalan dengan beriman kepada Yesus. Sebaliknya, kesalehan menjadi sia-sia ketika seseorang tidak mau percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Di samping itu, kesalehan sangat berguna di dalam kaitannya dengan kesaksiaan dan pekabaran Injil. Mari tunjukkan iman kita di dalam kehidupan yang saleh dan taat, bukan sekedar percaya!
v  Rendah hati
Rendah hati itu tidak mudah, sebab di dalam diri manusia ada keinginan untuk dihargai dan menghargai diri sendiri secara berlebihan. Apalagi jika sisi luar mendukung untuk dihargai, misalnya, dia orang yang tampan atau cantik, dia orang yang pandai, dia mempuyai banyak harta, dia mempunyai jabatan. Di samping itu, kesulitan lain untuk bisa rendah hati adalah pikiran yang salah, yaitu kalau nanti merendahkan hati akan dianggap lemah dan semakin direndahkan orang lain. Tuhan menginginkan kita untuk rendah hati, seperti nasihat Petrus, ”Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab; Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati” (1 Petr 5.5)
v  Bebas dari Ikatan
Saat ini kita menyadari betapa banyak dosa yang telah kita lakukan. Namun ketika kita memutuskan untuk menerima Dia, kita akan merasakan sebagai ciptaan yang baru, hidup yang diubahkan. Kebebasan yang sesungguhnya hanya ada di dalam Yesus, sehingga Tuhan dari sorga berseru” Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan”! Selamat bertobat dan berbuah dalam kasihNya. Amin