1. Pendahuluan
Sebagai
warga Kristen yang beriman berarti kita adalah manusia yang
berpengharapan di dalam Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus akan mendapatkan
keselamatan, kasih karunia dan hidup yang kekal. Apakah yang menjadi
alat keselamatan tersebut? Di dalam PL kita mengenal sunat (Kej
17.1-27), sedangkan dalam PB kita mengenal baptisan dan kita sebagai
warga Kristen juga mengenal sunat. Akan tetapi tidak sampai disitu saja,
namun bagaimana sebenarnya hubungannya dengan istilah "baptisan" di
dalam PB atau yang kita kenal sekarang ini.
2. Arti dan makna Theologis Sunat sebagai Tanda Perjanjian menurut PL
Secara
harafiah atau secara ratio kita, sunat itu dapat kita artikan secara
praktis adalah pemotongan kulup kelamin atau membuang sebagian dari
kelamin laki-laki. Berangkat dari Kej 17.1-27, disana telah diuraikan
dengan jelas bahwa sunat merupakan tanda keanggotaan dalam perjanjian
Allah dengan umatNya. Dalam ay 14 ditetapkan dengan tegas bahwa
penyunatan menjadi suatu syarat mutlak untuk keanggotaan dalam jemaat,
sebagai alat pengantara keselamatan dan barang siapa menolaknya tidak
berhak atas keselamatan itu sendiri. Sunat menjadi tanda perjanjian yang
dilakukan Allah dengan Abraham. Setiap laki-laki di dalam rumahnya dan
menjadi kepunyaan Abraham haruslah disunat. Jika seseorang dari
keturunan Abraham tidak memenuhi perintah Allah ini, maka ia memutuskan
perjanjian dengan Allah ia akan dihukum, akan di basmi, ia akan mati
oleh karena melanggar perintah Allah. Berdasarkan atas perjanjian
tersebut, semua keturunan Abraham diharapkan akan taat kepada Allah,
tidak hanya itu saja mereka akan diberikan keselamatan asal mereka mau
disunat. Oleh karena itu sunat menjadi suatu tanda dari karya kasih
karunia dimana Allah memilih dan menandai orang-orang milikNya.
Dalam
PL bangsa Israel diharuskan menyunatkan anak laki-lakinya setelah
berusia 8 hari. Tuhan yang memberikan peraturan tersebut kepada umatNya
Israel karena itulah tanda dan cap. Tanda adalah sesuatu yang dapat
dilihat untuk menggambarkan hal yang tidak dapat dilihat, dan cap adalah
suatu pertanda yang menjamin ketulenan sesuatu. Adapun makna theologis
atau arti dari sunat bagi orang Israel adalah:
1. Sebagai pengampunan dosa
Pemotongan dan pembuang kulup adalah lambang pembuangan dosa karena pada dasarnya manusia itu adalah kotor, najis dan jahat.
2. Sebagai lambang hidup baru kepada orang beriman
Suatu pertanda hati yang disunat yakni hati yang baru yang diberikan kepada orang beriman (lh Roma 2.29; Yes 4.4)
Tetapi
walaupun demikian, sunat itu sendiri tidaklah menyelamatkan sebab yang
menyelamatkan adalah iman. Sama halnya dengan Abraham, sebelum ia
disunta ia sudah dibenarkan karena iman. Sunat tersebut hanyalah menjadi
suatu tanda atau pengukuhan perjanjian Allah(lh Roma 4.11). Akan tetapi
sunat memang bukan hanya suatu tanda atau ibarat semata-mata, sebab
bersamaan dilaksanakan sunat itu Tuhan Allah berkenan memberikan
pengukuhan, memberikan jaminan bahwa sama seperti kulup orang itu telah
dibuang, demikian juga Tuhan Allah telah membuang dosa orang yang
disunati jika ia percaya.
3. Sunat menurut PB
Dalam
sunat seharusnya bangsa Israel hidup sebagai suatu bangsa yang
dikuduskan maka seluruh hidupnya haruslah dipersembahkan kepada Allah.
Tetapi semuanya itu mengakibatkan kesombongan bagi diri mereka. Mereka
beranggapan bahwa mereka adalah bangsa yang dikuduskan, bangsa yang
bersunat bangsa yang baik.
Di
dalam PB sunat tersebut telah diperbaharui atau digantikan dengan
"Baptisan Kudus". Pelayanan baptisan tidak asing lagi bagi lingkungan
ibadah Yahudi seperti di Sinagoge yang dikenal dengan baptisan proselit
yakni baptisan bagi orang-orang yang diinginkan memasuki agama Yahudi
seperti orang kafir haruslah dibaptis atau dibersihkan dan
disucikan.Hubungan antara baptisan kudus dengan sunat pada hakekatnya
makna dan arti keduanya adalah sama saja. Baik sunat Perjanjian Allah,
sehingga pada hakekatnya hanya berbentuk tandanya yang lainnya.
4. Kesejajaran Sunat dengan Baptisan
Sunat
sebagai tanda perjanjian Allah dengan Abraham menjadi titik berangkat
dari penjelasan dengan Abraham menjadi titik berangkat dari penjelasan
dalam skop ini. Sunat menjadi tanda perjanjian kasih karunia dalam arti
bahwa dengan sunat Abraham dan keturunannya masuk dalam perjanjian Allah
yang didasari iman kepada Allah (bnd Rm 4.11). Bagaimana kesejajaran
sunat tersebut dengan baptisan yang kita kenal sekarang ini. Dalam
Kolose 2.11-12 dijelaskan bahwa orang percaya telah disunat yaitu dengan
sunat Kristus yang dinyatakan dalam baptisan air. Ia telah dikuburkan
dan dibangkitkan bersama Kristus dalam iman kepada Allah. Oleh karena
itu berdasarkan Kej 17 dengan Kol 2.11-12 kita dapat menyimpulkan bahwa
kesajajaran sunat dengan baptisan adalah: "Sunat telah digantikan dengan
baptisan, sunat dalam PL dan baptisan dalam PB keduanya sama saja.
Arti theologiannya sama yaitu sebagai alat perjanjian atau tanda
keselamatan untuk memperoleh kasih karunia dari Allah. Tetapi keduanya
(baptisan dan sunat) tidak terlepas dari iman. Bukankah Abraham
dibenarkan karena iman (Rm 4).
Demikian
juga dengan baptisan, memang baptisan itu sabagai perjanjian Allah
kepada manusia untuk mendapatkan kesematan dan dasar dari segalanya
ialah iman (Mrk 16.16) sebab dengan iman kita layak menerima baptisan
kudus dan berkat tersebut hanya diberikan kepada orang beriman.
suatu rang tini
5. Arti dan Makna Baptisan bagi orang Kristen
Baptisan
dalam bahasa Yunani disebut Babtizo yang artinya membasahi. Dewasa ini
orang Kristen mengenal 2 jenis baptisan yaitu dengan cara memercikkan
air ke atas kepada dan membenamkan atau menyelamkan. Dan kedua cara ini
adalah sama saja, karena hal itu hanyalah sebagai soal praktis saja.
Baptisan
adalah alat keselamatan. Akan tetapi kita janganlah salah tanggap
terhadap arti yang sebenarnya.Bukan berarti kalau kita dibaptis kita
akan memperoleh keselamatan. Apa yang dikaruniakan oleh Tuhan Allah
dengan perantaraan babtisan itu juga dikaruniakan dengan perantara iman.
Yang berarti orang yang dibaptis tanpa beriman ia tidak akan beroleh
keselamatan tersebut. Yang dituntut secara mutlak dari orang Kristen
saat ini untuk mendapatkan keselamatan yang dikaruniakan Allah di dalam
Kristus adalah iman. Baptisan dan iman keduannya menjadi alat orang
beriman untuk mendapatkan keselamatan (Mrk 16.16).
Adapun makna dari baptisan itu adalah:
1.
Orang yang percaya dibenarkan dan diberikan pengampunan dosa (Kis 2.38)
sama halnya darah Kristus sebagai pertanda atau ditandai untuk memberi
pengampunan dosa bagi orang.
2. Hidup dalam kelahiran yang baru dan memperoleh kemerdekaan dari Yesus, tidak lagi hidup dalam dosa
3.
Tuhan memasukkan kita dalam perjanjian barunya sehingga kita wajib
hidup sebagai anggota PB yang benar-benar yakni, hidup dengan azas
memuliakan nama Tuhan baik secara individu maupun sebagai anggota tubuh
Kristus (yang beribadah).
4.
Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu
pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman,
satu baptisan,satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua
dan oleh semua dan di dalam semua (Efs 4.4-6).
6. Refleksi (Baptisan HKBP)
Berangkat
dari nats kita Kej 17.1-27 bahwa sunat itu sebagai tanda perjanjian
yang kekal. Sunat tersebut haruslah diwariskan turun temurun. Sehingga
di dalam PB sunat tersebut telah diperbaharui dengan baptisan. Dalam
kitab Rm 2.17-29 ditekankan bahwa Paulus menasehati orang Yahudi supaya
sunat bukan secara lahiriah tetapi bersunat secara rohani dan sunat di
dalam hati (lht ay.29). Demikian juga halnya dengan warga Kristen saat
ini, khususnya gereja HKBP supaya menginsafi bahwa Baptisan itu sebagai
alat keselamatan untuk memperoleh kasih karunia dan hidup yang kekal.
Janganlah baptisan ini dipakai hanya sebagai tradisi saja.
Menurut Agenda HKBP, baptisan dapat dibagi dalam 3 bagian atau jenis yaitu;
1. Baptisan anak-anak
Pesan
Agung Tuhan Yesus dalam Mat 28.19-20 menjadi dasar bagi orang Kristen
untuk melakukan pelayanan baptisan tersebut. HKBP saat ini cenderung
melaksanakan pelayanan baptisan pada anak-anak. Melalui baptisan ini
anak-anak sudah menjadi milik Kristus. Orang tua si anak meminta supaya
anaknya itu dibaptis dan disinilah terdapat perjanjian orang tua agar
dia bersedia membimbing anaknya dan menasehati supaya mengenal kasih
Allah yang sudah diterima pada saat anak itu dibaptiskan. Dan berjanji
supaya anak itu mengenal Pendidikan Agama Kristen Protestan, supaya dia
menjadi warga yang hidup ditengah-tengah jemaat khususnya di depan Yesus
Kristus.
Dalam
baptisan anak-anak juga memerlukan kesadaran iman orang tua dan mereka
ini harus mendidik anak-anaknya dalam iman, dan baptisan anak-anak
merupakan suatu panggilan orang tua untuk bergaul dengan Allah dalam
iman agar Allah memenuhi janji keselamatan yang akan diberikan kepada si
anak.
2. Baptisan orang dewasa
Di
dalam baptisan ini dia dituntut supaya mengakui dosanya dan tidak
mengulanginya lagi supaya tidak kena penghukuman dan menuntut dia agar
menyesali atas dosa yang diperbuat selama belum dibaptis dan menuntut
supaya ia meninggalkan dosa dan perbuatan yang tidak berkenan di hati
Allah dan supaya menerima yesus Kristus sebagai penebus dosa manusia
yang akan datang ke dunia ini.
3. Baptisan darurat
Baptisan
darurat diberikan secara mendadak kepada orang yang akan meninggal
dunia yang belum dibaptis, biasannya bayi atau orang yang sakit keras.
Karena baptisan ini sifatnya tergesagesa maka setiap orang boleh
membaptis. Tujuan daripada baptisan ini adalah untuk menyampaikan di
bayi kepada Allah hidup atau mati supaya ia menjadi warga Kerajaan
Allah.
7. Kesimpulan
Sunat
yang merupakan tanda perjanjian Allah dengan Abraham (Kej 17) telah
diperbaharui oleh PB sebagai "baptisan" (Kol 2.11-12). Dimana arti dan
makna dari keduannya (sunat dan baptisan) adalah sama antara lain:
- Sebagai alat keselamatan untuk menerima janji-janji akan kasih karunia dari Allah
- Sebagai tanda dan materai bahwasannya kita ikut di dalam persekutuan Kristus dan untuk PL sebagai persekutuan warga Israel yang taat kepada Allah
- Sebagai pengampunan dosa karena melalui baptisan kita di bersihkan dari dosa-dosa sehingga kita beroleh hidup baru (Rm 6.3).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar