Jumat, 03 Februari 2012

Hidup yang benar dalam Tuhan


1 Tess 4,7-8


Firman Tuhan bergema, yaitu mengeluarkan gaung yang memantul dengan nyaring dan jelas sehingga di mana-mana orang membicarakan iman orang Kristen di Tesalonika. Yang dibicarakan aalah firman Allah dan bukan filsafat ataupun pikiran manusia. Keteguhan iman percaya mereka dan perkara-perkara yang telah Tuhan perbuat dalam kehidupan mereka, itulah yang menjadi pemberitaan bahkan Paulus mengatakan di semua tempat telah tersiar kabar tentang iman mereka. Setiap orang percaya bertanggungjawab untuk bersaksi kepada orang-orang yang belum mengenalNya dengan menunjukkan iman yang teguh tentang Yesus dan hidup yang mengalami jamahan Tuhan(1 Tes 1.8). Sebagai orang Kristen kita harus bersaksi kepada orang-orang di sekeliling kita. Pertama-tama dengan keyakinan kita yang teguh akan korban Yesus di kayu salib yang telah menguduskan hidup kita. Selanjutnya, dengan mengalami sendiri secara pribadi, pengalaman-pengalaman indah bersama Tuhan, misalnya ketika kita disembuhkan, dihibur, dikuatkan dan lain sebagainya. Ke dewasaan iman jemaat yang ada di kota Tesalonika dengan jelas dipuji oleh Paulus" Kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan benar..."(1 Tes 1.9). Kedaan inilah yang membuat Paulus sungguh bangga melihat komunitas dan pertumbuhan iman jemaat Tessonika di dalam ketekunan, hidup menurut firman Allah( 1 Tes 2.13-20).
Saat ini banyak yang perbuatan manusia jauh dari jalan Tuhan dan hidup sepertinya tidak memiliki ikatan dengan mematahkan kuk dan memutuskan tali-tali pengikat (Yer 5.4-5), hidup yang tidak lagi dikuasai Roh Kudus menjadikan manusia lepas kendali. Banyaknya suara dunia ini yang memanggil untuk menurutinya sehingga perbuatan dan hidup kita jauh dari keinginan Tuhan.Tuhan tidak menginginkan seorangpun binasa(2 Petrus 3.9) namun hidup bergaul dengan Allah. Jemaat Tesalonika telah memilih firman Allah yang menjadi dasar kehidupannya memutuskan dan  berkomitmen untuk berjalan bersama-sama dengan kekuatan firman. Dengan tegas Paulus mengatakan dalam suratnya "Siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah(ay 8)", perlu diperhatikan yang dimaksud menolak Allah sama dengan menolak apa yang diajarkan dan menjauhi jalan Tuhan(bnd Ibrani 11.5-6).
Bagaimana dengan hidup anda saat ini? Dunia menawarkan begitu banyak pilihan yang seolah-olah sangat menguntungkan, masuk akal, menyenangkan dan menarik sehingga hati kita tergelitik dan kita mulai mengikuti jalan dunia ini. Arah perjalanan kita sedik demi sedikit mulai bergeser tujuannya. Sebagi murid Kristus, kita telah dipanggil untuk mengiring Kristus, mengikuti jalanNya, tetapi seringkali yang menjadi masalah, kita bukannya mengiring Kristus, mengikuti jalanNya, tetapi berusaha memaksa Dia untuk mengiring dan mengikuti jalan kita. Itu sebabnya kehidupan kekristenan kita di dalam dunia ini tidak ada uniknya, tidak ada kegairahannya, dan tidak ada kuasanya karena arahnya yang salah.
Kita sudah dipanggil untuk tidak lagi menjadi cemar melainkan untuk menjadi kudus dalam tangan Tuhan, dan siapa yang menolak bukanlah menolak keberadaan Paulus namun Tuhan yang menjadikan kita untuk memiliki hidup yang berbuah kesetiaan. Sekalipun semua orang di sekililing kita memutuskan hal yang lain, tetapi bagi kita hanya ada satu pilihan dan keputusan dan komitmen; berjalan mengiringi Tuhan, karena kita tahu akhir dari semuanya adalah indah adanya.Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar